TEORI WEBSITE

November 14, 2011

 

 

Untuk mendesain sebuah website diperlukan beberapa Perangkat Lunak/ Software seperti Dreamweaver, PhotoShop, Flash player, dan lain sebagainya. Website sederhana bisa dibuat lewat Microsoft Office, namun perkembangan internet telah berkembang pesat sehingga Website pun ikut berkembang pula. Untuk memenuhi perkembangan tersebut maka System Perangkat Lunak untuk website juga mengalami perkembangan yang sama.

Website pasif dan dinamis.
Website pasif hanya mengajikan halaman-halaman yang hanya bisa dibaca oleh pengunjung tanpa ikut aktif dalam website tersebut. Sedangkan website aktif, pengunjung bisa ikut secara langsung dalam mengisi content lewat komentar ataupun diskusi dalam wadah forum.

 

Website dinamis mempunyai Sistem Management Content atau yang biasa disebut CMS ( Content Managemant System ). Dengan CMS ini maka banyak sekali terdapat kemudahan-kemudahan bahkan kita bisa membuat website jadi dalam hitungan menit lewat fasilitas di Cpanel.

 SEJARAH

Penemu situs web adalah Sir Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan situs web yang tersambung dengan jaringan pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik.

Sebuah situs web bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari suatu organisasi, perusahaan. biasanya pembahasan dalam sebuah situs web merujuk pada sebuah ataupun beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah situs web bisa berisi pranala yang menghubungkan ke situs web lain, demkian pula dengan situs web lainnya. Hal ini terkadang membuat perbedaan antara situs web yang dibuat oleh individu ataupun perseorangan dengan situs web yang dibuat oleh organisasi bisnis menjadi tidak begitu jelas.

Situs web biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP (bahasa Inggris:HTTP Server) seperti Apache HTTP Server, atau Internet Information Services (IIS).

UNSUR-UNSUR PENUNJANG DALAM WEBSITE ATAU SITUS WEB.

 

Untuk membangun sebuah website yang lebih advance, kita juga diharuskan untuk menyediakan unsur penunjang lainnya.Diantara unsur-unsur website itu adalah sebagai berikut:

 

a.     Nama domain

Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengenali sebuah situs, atau dengan kata lain nama domain adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website di internet.

 

b.     Web Hosting

Web Hosting adalah ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lainnya yang akan ditampilkan di website. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam websiter.
c.      Bahasa Pemerograman

Bahasa program Adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam website yang pada saat diakses. Jenis bahasa program sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah website. Semakin banyak ragam bahasa program yang digunakan maka akan terlihat website semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Beragam bahasa program saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas website.

 

 

d.     Desain website

Unsur website yang penting dan utama adalah desain. Desain website menentukan kualitas dan keindahan sebuah website. Desain sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah website. Serta mempengaruhi dengan kenyamanan konsumen atau pembaca.

 

 

e.      Publikasi website.

Keberadaan seakan kekurangan makna dan nilai kegunaannya jika dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi tadi. Mungkin inilah sekelumit, yang bisa aku susun dari berbagai sumber, semoga bisa menjadi bacaan yang ada gunanya dikemudian hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan website

1. Fungsi

Ada beberapa macam jenis website diantaranya website untuk keperluan Profil Perusahaan/ gambaran umum tentang suatu perusahaan, ada pula Website dengan tujuan Jejaring Sosial ( Facebook, Twitter ), Website Perdagangan Online/ Toko online, Website galeri baik foto maupun video dan lain sebagainya.

Bermacam-macam website tersebut diatas menentukan CMS yang akan dipakai sehingga tepat keperuntukan dan fungsinya. Semakin dalam pengetahuan kita tentang CMS maka akan semakin baik terhadap desain website kita.

2. Cepat Diakses.

Website yang terlalu lama dibuka karena terlalu banyak modul dan scrip akan membuat pengunjung cepat berpindah atau menutupnya. Inilah hal penting yang perlu diperhatikan karena tidak semua masyarakat Indonesia memiliki sambungan internet yang bagus. Dari para ahli internet menyatakan rata-rata apabila suatu halaman website selama 30 detik tidak terbuka maka website tersebut akan segera ditinggalkan oleh pengunjung. selain jumlah modul, scrip, ada beberapa hal yang ikut membuat lama halaman dibuka diantaranya gambar besar, flash, serta file video.

3. Kesesuain nama Domain, Tema Website, dan isi Website/ Content.

Website yang utuh dan mudah dikelompokan oleh mesin pencari adalah website yang mempunyai kejelasan isi secara keseluruhan. Nama Domain yang merupakan pengambaran isi atau content secara generik adalah sangat penting, sehingga apabila kita membaca, melihat, mendengarnya akan mudah diingat dan semakin mudah pula untuk dikunjungi. Tema desain yang mengambarkan isi website turut pula menambah kuat kesan isi content. Isi content yang sesuai dan perbandingan komposisi jumlahnya yang sesuai dengan nama domain kita akan memudah mesin pencari maupun pengunjung untuk mengindex/ mengingat website kita.

4. Tema/ Themes Website

Website yang tersusun rapi serta terdesain dengan keselarahan warna mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kesan pengunjung. Sebaliknya website yang terlalu lama dibuka akan segera ditinggalkan oleh pengunjung, disinilah diperlukannya Web Master, sehingga bisa memberikan solusi yang terbaik.

Penggunaan komposisi warna, Perletakan Modul, Scrip, Link, Section dan Categori content adalah hal yang saling terkait dan tidak bisa dilepaskan antara satu dan yang lain.

Komposisi warna yang dipilih adalah warna yang tidak membosankan namun tidak pula yang menimbulkan kesan sakit dimata ( maaf ). Warna-warna yang selaras adalah pilihan terbaik, meskipun warna kontras juga bisa asalkan kita dapat memadukannya.

5. Mengenal SEO.

Pengetahuan dasar tentang Search Engine/ Mesin Pencari adalah keharusan. Hal ini erat kaitannya dengan promosi dan pengenalan website kita pada di dunia internet. SEO wajib dikenal meskipun itu berupa pengetahuan dasar.

Selain 5 hal yang mendasar diatas, yang tidak boleh ditinggalkan adalah tentang UPDATE content website, Hal ini sangatlah penting untuk menjaga rangking kita agar tetap bagus di Mesin Pencari.

 

 

UNSRI Fakultas KEDOKTERAN

Oktober 12, 2011
Contact
Gedung Fakultas Kedokteran
Kampus UNSRI – Indralaya, OI
Phone : 0711-580061
Fax : 0711-580061
Website: www.fk.unsri.ac.id

Sejarah

Pada bulan Agustus 1960, atas saran Gubernur Achmad Bastari dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya Kol. Harun Sohal, dibentuklah suatu Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palembang dengan susunan Ketua dr. Adnan WD, Wakil Ketua Kol. dr. Noesmir, Sekretaris I dr. Goepito Hardjowijono, Sekretaris II Kol. dr. J. Roesad, dengan beberapa anggota, antara lain, dr. M. Ali (Lie Kiat Teng), dr. Setiardjo, dr. A. Hakim dan dr. M. Hoesin. Pada tanggal 15 September 1960, Panitia berhasil menggariskan rencana dan pedoman kerja untuk mendirikan Fakultas Kedokteran. Dalam proses persiapan ini, panitia antara lain berkonsultasi dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr. Soekarjo. Hasil rapat kerja panitia ini kemudian diserahkan kepada Rektor Unsri drg.M.Isa pada tanggal 26 April 1961. 

Pada tanggal 4 September 1961, Rektor Unsri, dengan persetujuan Panglima Kodam IV/Sriwijaya menunjuk Kol. dr. J. Roesad menjadi formateur merangkap Ketua Panitia Pendirian Fakultas Kedokteran Unsri dengan SK No. Kpts 777-3/9/1961. Pada tanggal 2 Januari 1962 Panitia mengadakan pembicaraan dengan ketua Presidium UI Prof. Dr. Soedjono D Poesponogoro dan menghasilkan kesediaan UI untuk membantu tenaga pengajar. Pada tanggal 24 Juli 1962, sementara menunggu keputusan Menteri PTIP, dikeluarkanlah Keputusan Presiden Unsri No. 292/K.I mengenai dibukanya Fakultas Kedokteran terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1962. Pengakuan resmi oleh Pemerintah terbit dalam bentuk SK Menteri PTIP No. 668/A/III/1962 tanggal 4 September 1962. Sementara menunggu kedatangan dr. A.I. Muthalib yang akan menjabat Dekan, Dekan FK Unsri dijabat oleh Presiden Unsri drg. M.Isa, sementara Pembantu Dekan bidang akademis dijabat oleh Kol. dr. J. Roesad. Upacara resmi berdirinya FK Unsri dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 1962, yang selanjutnya dipandang sebagai ” Hari jadi” FK Unsri, bertempat di Aula Rumah sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang oleh Brigjen Dr. Soemantri, kuasa Menteri I Departemen PTIP sekaligus menandatangani Piagam Pendirian FK Unsri.

Perkembangan berikutnya adalah diakuinya FK Unsri sebagai penyelenggara pendidikan dokter spesialis, terbit dalam bentuk SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0271/U/1980 tanggal 4 Desember 1980 untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Anak dan Program Studi Ilmu Bedah. Pada tahun 1982 diakui pula Program Studi Ilmu Penyakit Mata. Tahun 1986 Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, dan pada tahun 1987 Program Studi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pada tahun 2002 telah dibuka Program Studi Ilmu Penyakit Syaraf dan Program Studi Ilmu Patologi Anatomi.

Pimpinan

  • Dekan          : Prof. dr. Zarkasih Anwar, SP.A (K)
  • Pb. Dekan I  : dr. Erial Bahar, M.Sc.
  • Pb. Dekan II : Prof. dr. Hermansyah, SpPD, KR
  • Pb. Dekan III: Drs.Kusumo Hariyadi, M.S.Apt.


Penyelenggaraan Pendidikan

Pengembangan dan pembinaan pendidikan dokter di FK Unsri berorientasi kepada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta masyarakat

  1. Orientasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
    ini berarti FK Unsri selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedoketeran. Melalui kurikulum pendidikannya, khususnya isi pendidikan dan berbagai bentuk pengalaman belajar yang diperlukan, peserta didik di arahkan untuk dapat mengikuti dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran serta perkembangannya
  2. Orientasi masyarakat
    Ini berarti bahwa pendidikan kedoketaran di FK unsri mengacu kepada tuntutan perekmbangan dan kebutuhan masyarakat serta pembangunan di masa datang

Pendidikan dokter dibagi atas 2 tahap yang dilaksanakan secara terintegarsi

  1. Tahap Program Akademik
    Tahap Program Akademik diselenggarakan dalam 8 semester dengan masa studi maksimum 14 semester. Setelah selesai menempuh dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, mahasiswa berhak mendapat gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan berhak melanjutkan pendidikan ke tahap program Keprofesian.
  2. Tahap Program Keprofesian
    Diselenggarakan dalam empat semester (semester IX sampai dengan XII). dalam tahap ini mahasiswa menjalani kepaniteraan Klinik (KK), di 15 Bagian/Departemen yang merupakan suatu proses belajar yang berkesinambungan, karena itu satu semester ini setara dengan 26 minggu kalender. Setelah selesai menempuh dan memenuhi persyaratan yang ditentukan mahasiswa berhak mendapat sebutan dokter.

Program Pendidikan

  1. Program Studi Pendidikan Dokter – S1
  2. Program Studi Ilmu Keperawatan – S1
  3. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat – S1
  4. Program Studi Kedokteran Gigi – S1
  5. Program Studi Teknik Gigi – D3
  6. Program Studi Ilmu Kesehatan Anak – Spesialis
  7. Program Studi Ilmu Bedah – Spesialis
  8. Program Studi Ilmu Penyakit Mata – Spesialis
  9. Program Studi Ilmu Penyakit Dalam – Spesialis
  10. Program Studi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan- Spesialis
  11. Program Studi Ilmu Patologi Anatomi – Spesialis
  12. Program Studi Ilmu Penyakit Syaraf – Spesialis

 

Akademik Universitas Sriwijaya

Oktober 12, 2011

 

A. Pengertian Dasar

  1. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan sks untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
  2. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
  3. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
  4. Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditunjuk untuk memberikan bimbingan akademik kepada sejumlah mahasiswa dengan peran sebagai berikut:
    • membantu mahasiswa bimbingannya dalam mengenal minat, bakat dan kemampuan akademiknya;
    • membantu mahasiswa bimbingannya merencanakan studinya dalam menentukan pilihan dan penetapan mata kuliah yang akan diikutinya setiap semester;
    • memberikan motivasi kepada mahasiswa bimbingannya agar mempunyai ketabahan/kemampuan dalam menghadapi kendala akademiknya sehingga dapat menemukan sendiri pemecahan masalahnya;
    • membantu mahasiswa bimbingannya yang mempunyai masalah personal dan sosial agar mahasiswa yang bersangkutan dapat memecahkan sendiri permasalahannya.

Fungsi Pembimbing Akademik (PA):

  • Memonitor perkembangan mahasiswa bimbingannya dengan jalan mengevaluasi hasil belajarnya setiap semester;
  • Memberikan bimbingan secara intensif kepada mahasiswa bimbingannya yang pencapaian hasil studi semesternya relatif rendah dan/atau menurun, sehingga mahasiswa yang bersangkutan menemukan jalan yang terbaik untuk pemecahannya;
  • Mengidentifikasi kendala akademik, personal, dan sosial mahasiswa bimbingannya yang diperkirakan mempengaruhi penurunan dan/atau rendahnya hasil studinya;
  • Membantu mahasiswa bimbingannya merencanakan studi sesuai dengan hasil studi semester sebelumnya.

 

Kewajiban PA:

  • Membimbing sebanyak-banyaknya 15 orang mahasiswa;
  • Mencari informasi dari Ketua Jurusan/Program Studi tentang nama-nama mahasiswa bimbingannya; Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru mahasiswa bimbingannya; keadaan terakhir fakultasnya dan/atau Universitas.
  • Menentukan jadwal bimbingan;
  • Mempelajari masalah akademik, personal, dan sosial mahasiswa bimbingannya;
  • Membicarakan hasil studi mahasiswa bimbingannya pada semester sebelumnya;
  • Membicarakan rencana studi mahasiswa bimbingannya pada semester berikutnya;
  • Menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) mahasiswa bimbingannya;
  • Memberikan pertimbangan kepada Ketua Jurusan/Program Studi bagi mahasiswa bimbingannya yang mengajukan permohonan penundaan kegiatan akademik (PKS);
  • Menyimpan arsip KRS dan KPRS mahasiswa bimbingannya yang telah ditandatangani oleh Kepala Sub Bagian Akademik/Pembantu Dekan I/Ketua Jurusan/Ketua Program Studi;
  • Memonitor perkembangan studi mahasiswa bimbingannya dengan cara menjadwalkan pertemuan dengan mahasiswa bimbingannya sekurang-kurangnya 5 kali setiap semester;
  • Mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa bimbingannya menjelang ujian tengah semester, akhir semester, dan akhir program;
  • Mengadakan konsultasi dengan dosen lain yang mengasuh mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya;
  • Melaporkan perkembangan studi mahasiswa bimbingannya kepada Ketua Program Studi/Ketua Jurusan;
  • Memonitor kembali hasil ujian semester yang baru diikuti oleh mahasiswa bimbingannya.

 

B. Pengertian Satu Kredit Semester

  1. Perkuliahan:
    Bagi mahasiswa, satu kredit semester perkuliahan adalah beban kegiatan per minggu sebagai berikut:

    • 50 menit tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar;
    • 60 menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan yang tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal;
    • 60 menit kegiatan akademik mandiri yaitu kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri, untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya membaca bahan acuan.

    Bagi tenaga pengajar, satu kredit semester perkuliahan adalah beban kegiatan per minggu sebagai berikut:

    • 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
    • 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur;
    • 60 menit pengembangan materi kuliah.
  2. Seminar dan Kapita Selekta:
    Untuk seminar dan kapita selekta, di mana mahasiswa diwajibkan memberikan penyajian pada suatu forum, pengertian satu kredit semester sama seperti pada perkuliahan, yaitu mengandung acara 50 menit tatap muka per minggu.
  3. Praktikum Laboratorium:
    Nilai satu kredit semester untuk praktikum atau kerja di laboratorium adalah beban tugas praktikum adalah beban tugas praktikum atau kerja di laboratorium sebanyak 2 atau 3 jam per minggu selama satu semester.
  4. Kerja Lapangan dan sejenisnya:
    Nilai satu kredit semester untuk kerja lapangan dan sejenisnya adalah beban tugas di lapangan sebanyak 4 sampai 5 jam per minggu selama satu semester.
  5. Penelitian, Penyusunan Skripsi, Tesis dan sejenisnya:
    Nilai satu semester adalah beban tugas penelitian sebanyak 3 sampai 4 jam selama satu bulan, di mana satu bulandianggap setara dengan 25 hari kerja.

 

C. Kemampuan Mengambil Beban Studi

  1. Ukuran kemampuan:
    Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Secara normal seorang mahasiswa bekerja siang hari 6-8 jam dan malam hari 2 jam selama 6 hari berturut-turut, sehingga mahasiswa akan mampu belajar 8-10 jam sehari atau 48-60 jam seminggu.
  2. Penentuan besar beban:
    Nilai satu kredit semester setara dengan 3 jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16-10 kredit semester. Dalam penentuan beban studi satu semester, perlu juga diperhatikan kemampuan individual.

 

D. Beban Studi

  1. Beban studi mahasiswa Program Diploma (S0), meliputi:
    • Program Diploma I, antara 40-50 sks, dijadwalkan untuk 2-4 semester
    • Program Diploma II, antara 80-90 sks, dijadwalkan untuk 4-6 semester
    • Program Diploma III, antara 110-120 sks, dijadwalkan untuk 6-10 semester
    • Program Diploma IV, antara 144-160 sks, dijadwalkan 8-14 semester
  2. Beban studi mahasiswa Program Sarjana (S1), antara 144-160 sks dijadwalkan untuk 8 semester (dapat kurang dari 8 semester) dan maksimal 14 semester;
  3. Beban studi Program Magister (S2) antara 36-50 sks, dijadwalkan 4 semester (dapat kurang dari 4 semester) dan maksimal 10 semester;
  4. Beban studi Program Doktor (S3):
    • Bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) sebidang, sekurang-kurangnya 40 sks, dijadwalkan untuk 5-10 semester;
    • Bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) tidak sebidang, sekurang-kurangnya 52 sks, dijadwalkan untuk 5-11 semester.

 

E. Pengambilan Beban Studi:

  1. Beban studi yang harus diambil oleh mahasiswa baru pada semester pertama sebanyak 18 sampai 20 sks. Untuk semester berikutnya beban studi maksimum yang dapat diambil ditentukan oleh indeks prestasi semester terakhir.
  2. Besarnya beban studi yang dapat diambil untuk semester berikutnya ditentukan oleh indeks prestasi semester sebelumnya sebagai berikut:
    • IP >= 3,00 maksimal sebanyak 24 sks
    • IP 2,50 – 2,99 maksimal sebanyak 21 sks
    • IP 2,00 – 2,49 maksimal sebanyak 18 sks
    • IP 1,50 – 1,99 maksimal sebanyak 15 sks
    • IP < 1,50 maksimal sebanyak 12 sks
  3. Penilaian hasil belajar:
    • Terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara seksama dan berkala, yang dapat berbentuk ujian pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi;
    • Nilai hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E yang masing-masing bernilai dengan nilai mutu:
      A=4, B=3, C=2, D=1, dan E=0.

 

F. Putus Studi

  1. Mahasiswa Program S0 dinyatakan putus studi apabila:
    • Pada akhir tahun pertama mahasiswa tidak dapat mengumpulkan kredit sebesar 26 sks atau;
    • Pada akhir tahun pertama mengumpulkan sebanyak >= 26 sks tetapi dengan IPK < 2,00
  2. Mahasiswa Program S1 dinyatakan putus studi apabila:
    • Pada akhir tahun kedua tidak dapat mengumpulkan kredit sebanyak 52 sks atau;
    • Pada akhir tahun kedua mengumpulkan kredit sebanyak >= 52 sks tetapi dengan IPK < 2,00
  3. Batas Waktu Studi
    Mahasiswa program S0 dan S1 dinyatakan putus studi apabila pada masa akhir studi maksimal yang boleh ditempuhnya untuk S1: 14 semester, S0: 10 semester, tidak dapat mengumpulkan kredit sesuai dengan yang disyaratkan atau telah mengumpulkan kredit sesuai dengan yang disyaratkan tetapi mempunyai IPK < 2,00 atau IPK > 2,00 tetapi mempunyai nilai E
  4. Program Magister (S2)
    Mahasiswa program Magister (S2) dinyatakan putus studi apabila:

    • Pada tahun Pertama tidak dapat mengumpulkan kredit sebanyak 15 sks atau telah mengumpulkan >= 15 sks tetapi mempunyai IPK < 2,75;
    • Pada tahun Kedua tidak dapat mengumpulkan kredit sebesar 30 sks atau telah mengumpulkan kredit >= 30 sks tetapi mempunyai IPK < 2,75;
    • Setelah menempuh sepuluh semester tidak dapat menunjukkan kemampuan untuk menyelesaikan tugas akhir/Tesis.
  5. Program Doktor (S3)
    Mahasiswa program Doktor (S3) dinyatakan putus studi apabila:

    • Telah mendapat 3 kali peringatan, dan setiap peringatan dikeluarkan secara tertulis oleh Direktur Program Pascasarjana karena pada semester yang ditempuhnya mendapat IPK < 3,25;
    • Tidak lulus ujian kualifikasi Kandidat Doktor setelah menempuh maksimal 3 kali kualifikasi;
    • Pada akhir masa studi maksimal yang boleh ditempuhnya tidak dapat memenuhi persyaratan jumlah sks dan/atau IPK < 3,25.

 

G. Kegiatan Akademik

  1. Penyelenggaraan Pendidikan:
    • Kegiatan pendidikan:
      Pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan ceramah, diskusi, seminar, simposium, diskusi panel, lokakarya, penelitian, praktik lapangan, praktik laboratorium, atau kegiatan lainnya.
    • Syarat:
      Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

      • terdaftar sebagai mahasiswa;
      • mengisi dan menyerahkan KRS untuk semester yang ditempuh;
      • memiliki kartu kuliah untuk tiap mata kuliah yang akan diikutinya.
    • Frekuensi kegiatan kuliah:
      • Bila perkuliahan belum mencapai 12 kali (80%) tatap muka, dosen bersangkutan harus melengkapinya sebelum ujian akhir semester (dilaksanakan di luar jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan).
      • Kegiatan akademik pada suatu tahun akademik diselenggarakan dalam 2 semester yaitu semester ganjil dan semester genap. Semester ganjil dimulai bulan September-Januari tahun berikutnya, semester genap dimulai Februari-Juni. Jumlah perkuliahan satu semester adalah 19 minggu dengan rincian sebagai berikut:
        • masa pengenalan studi/bimbingan studi 1 minggu;
        • masa kuliah 15 minggu;
        • masa evaluasi tengah semester 1 minggu;
        • masa evaluasi akhir semester 2 minggu.
    • Perubahan Mata Kuliah:
      Setelah perkuliahan berlangsung paling lama 3 minggu, mahasiswa diperkenankan mengubah mata kuliah yang diambilnya semula. Prosedur perubahan ini dilakukan melalui pengisian KPRS dan harus diketahui oleh PA mahasiwa bersangkutan serta Ketua Program Studi/Jurusan. Dalam KPRS harus tercantum semua mata kuliah yang diambil pada semester itu.
  2. Kegiatan Akhir Program
    Bentuk kegiatan akhir program dapat berupa program pengalaman lapangan (PPL), penelitian untuk penyusunan penulisan skripsi, tesis atau disertasi.
    Pelaksanaan kegiatan atau penulisan skripsi atau tesis oleh mahasiswa dibimbing oleh 2-3 orang dosen pembimbing yang terdiri atas pembimbing utama dan pembimbing pembantu.
    Persyaratan untuk menjadi dosen pembimbing adalah:

    • Serendah-rendahnya berpendidikan sarjana lengkap (S1);
    • Menduduki jabatan fungsional sesuai dengan yang diatur dalam SK Menko. Wasbang. Pan No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999;
    • Apabila persyaratan pada butir b tidak terpenuhi, universitas dapat menetapkan kebijaksanaan lain.
  3. Penilaian Keberhasilan Studi
    • Penilaian Keberhasilan Belajar:
      Penilaian keberhasilan belajar dilakukan dengan cara mendapatkan informasi mengenai jumlah mahasiswa yang telah mencapai tujuan-tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum, melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas, dan sejenisnya. Untuk memperoleh informasi atau data yang mendekati ketepatan perlu diselenggarakan ujian lebih dari satu kali yaitu berupa beberapa kuis, satu kali ujian tengah semester, dan satu kali ujian semester.
    • Cara Ujian:
      Dapat berbentuk ujian tulis, ujian lisan, seminar, atau penulisan karangan. Cara ujian yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum, jenis mata kuliah, dan kondisi tenaga pengajar.
    • Sistem Penilaian:
      Keberhasilan belajar mahasiswa dikelompokkan ke dalam sangat baik, baik, cukup, kurang, dan jelek yang dinyatakan dengan nilai masing-masing A, B, C, D, dan E. Selain itu digunakan pula huruf K dan T. Nilai K berarti nilai kurang/belum lengkap karena mahasiswa bersangkutan mengundurkan diri secara sah. Nilai T berarti tidak lengkap karena belum semua tugas mahasiswa diselesaikan tepat pada waktunya. Atas izin dosen yang bersangkutan, tugas tersebut harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu tertentu. Apabila mahasiswa tidak dapat menyelesaikan tugas itu tepat pada waktunya maka nilai T diubah menjadi nilai E (gagal).
    • Pelaksanaan Ujian:
      1. Semua kegiatan ujian (kuis, ujian tengan semester, ujian akhir semester) diselenggarakan oleh dosen pengasuh mata kuliah.
      2. Jadwal kuis dan ujian tengah semester disesuaikan dengan jadwal perkuliahan biasa.
      3. Jadwal ujian akhir semester ditetapkan oleh ketua program studi jurusan.
      4. Mahasiswa dapat mengikuti ujian semester bagi suatu mata kuliah apabila telah mengikuti sekurang-kurangnya 80% kegiatan tatap muka mata kuliah tersebut yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 12 kali tatap muka.
      5. Mahasiswa yang tidak hadir pada waktu ujian semester dinyatakan gagal, kecuali bagi yang dapat menunjukkan alasan yang sah. Dengan persetujuan rektor dapat diberikan ujian susulan semester yang dilaksanakan oleh dosen pengasuh mata kuliah bersangkutan.
    • Pelaksanaan Penilaian:
      1. Pendekatan:
        Pendekatan yang dipergunakan dapat berupa:

        • Penilaian Acuan Norma (PAN);
        • Penilaian Acuan Patokan (PAP);
        • Gabungan PAN dan PAP.
      2. Pembobotan:
        Nilai akhir suatu mata kuliah harus mencakup nilai praktikum. Misalnya suatu mata kuliah dengan bobot 3 sks (2 sks tatap muka dan 1 sks praktikum), maka nilai akhir mata kuliah tersebut terdiri dari 2/3 berasal dari nilai tatap muka, dan 1/3 nilai praktikum. Nilai akhir tatap muka (kuliah) merupakan gabungan dari 3 macam komponen:

        • Nilai tugas dan kuis dengan bobot 25%;
        • Nilai ujian tengah semester dengan bobot 30%;
        • Nilai ujian akhir semester dengan bobot 45%.
      3. Lambang Nilai Akhir:
        Hasil akhir penilaian diberikan lambang dengan huruf A, B, C, D dan E dan masing-masing huruf mempunyai makna dan bobot prestasi sebagai berikut:

        Nilai Prestasi
        Bobot
        Makna Relatif
        A 4 Sangat baik
        B 3 Baik
        C 2 Cukup
        D 1 Kurang
        E 0 Jelek/Gagal
        K Kurang lengkap
        T Tidak lengkap
      4. Konversi Nilai Lama:
        Perubahan nilai mutlak sistem 0-100 ke dalam sistem relatif dilakukan sebagai berikut:

        Nilai Mutlak Nilai Relatif
        86 – 100 A
        71 – 85 B
        56 – 70 C
        41 – 55 D
        <= 40 E
  4. Keberhasilan Studi
    • Indeks Prestasi:
      1. Keberhasilan belajar dinyatakan dengan indeks prestasi (IP) yang dihitung sebagai berikut:

        IP = Sum (K x N) / Sum (K)

        K = beban studi (sks) mata kuliah yang diambil
        N = bobot prestasi masing-masing mata kuliah.

      2. Indeks prestasi semester (IPS) adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan beban studi yang diambil dalam suatu semester.
      3. Indeks prestasi kumulatif (IPK) adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan beban studi yang diambil mulai semester I.
    • Tahap-tahap Evaluasi
      1. Evaluasi keberhasilan belajar Program S2 dan S3 dilaksanakan pada tiap akhir semester.
      2. Evaluasi keberhasilan belajar program S1 dilaksanakan sekurang-kurangnya pada tiap akhir semester, pada akhir tahun kedua, dan pada akhir program belajar.
      3. Evaluasi keberhasilan belajar program S0 dilakukan sekurang-kurangnya pada tiap akhir smeester, pada akhir tahun pertama, pada tiap akhir semester, pada akhir tahun pertama dan pada akhir program belajar.
      4. Tujuan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa:
        • menentukan beban belajar yang dapat diambil oleh mahasiswa di semester berikutnya;
        • menentukan putus studi;
        • menentukan akhir program belajar mahasiswa.
    • Perbaikan Nilai
      1. Mahasiswa yang ingin memperbaiki satu atau beberapa nilai harus menempuh kembali mata kuliah bersangkutan.
      2. Mata kuliah yang diperbaiki nilainya itu harus tercantum dalam KRS mahasiswa yang bersangkutan.
      3. Nilai yang diperbaiki dalam menentukan IP dan IPK adalah nilai tertinggi mata kuliah yang diperbaiki itu.
      4. Semua nilai hasil studi mahasiswa harus tercantum dalam transkrip nilai.
    • Semester Khusus
      1. Sejauh diperlukan dapat diselenggarakan kegiatan semester khusus di antara 2 (dua) semester reguler yang ekivalen dengan semester reguler sesuai dengan pengertian Satuan Kredit Semester (sks).
      2. Mata kuliah semester khusus harus tercantum dalam KRS semester khusus.
      3. Semua nilai hasil studi mahasiswa harus tercantum dalam transkrip nilai.
  5. Evaluasi Akhir Program
    • Ujian Akhir Program
      1. Ujian akhir program berbentuk ujian komprehensif atau pendadaran.
      2. Ujian akhir program diselenggarakan oleh suatu panitia yang diangkat dengan surat keputusan Dekan.
      3. Tim penguji berjumlah maksimum 5 orang dan minimum 3 orang,diketuai oleh Dekan/Ketua Jurusan/Pembimbing Utama/Ketua Program Studi. Anggota penguji terdiri pembimbing utama dan dosen penguji lainnya.
      4. Anggota penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan.
    • Materi Ujian Akhir Program
      1. Mahasiswa yang menyusun skripsi/tesis diuji secara komprehensif terutama hal-hal yang berhubungan dengan skripsi/tesis.
      2. Mahasiswa yang tidak menyusun tesis atau skripsi diuji secara komprehensif terhadap materi yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang ditetapkan oleh Program Studi masing-masing.
    • Ujian Ulangan
      Mahasiswa yang tidak lulus ujian akhir program pada kesempatan pertama diberi kesempatan mengulang sepanjang batas waktu belajar maksimum belum terlampaui.
    • Yudisium Akhir Program
      Mahasiswa yang telah mengumpulkan sekurang-kurangnya sejumlah kredit minimum yang dipersyaratkan untuk program belajar yang ditempuhnya dinyatakan telah menyelesaikan program belajar apabila memenuhi syarat:

      1. IPK >= 2,00 untuk S0 dan S1;
        IPK >=2,75 untuk S2; IPK >= 3,25 untuk S3
      2. Tidak ada nilai E untuk S0 dan S1, tidak ada nilai D untuk S2 dan S3;
      3. Untuk S0 dan S1 nilai D tidak melebihi 10% dan jumlah kredit yang ditetapkan oleh program studi yang diikuti;
      4. Lulus ujian pendadaran;
      5. Menyelesaikan dengan baik perbaikan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi.
    • Kriteria Yudisium
      1. Predikat kelulusan terdiri atas 3 tingkat yaitu memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik untuk program S0, S1, dan S2, predikat kelulusan terdiri atas 2 tingkat untuk program S3, yaitu sangat memuaskan dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik.
      2. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Diploma (S0) dan Program Sarjana (S1) adalah:
        • IPK 2,00 – 2,75 (memuaskan)
        • IPK 2,76 – 3,50 (sangat memuaskan)
        • IPK 3,51 – 4,00 (maksimum satu nilai C: dengan pujian)
      3. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Magister (S2), adalah:
        • IPK 2,75 – 3,40 (memuaskan)
        • IPK 3,41 – 3,70 (sangat memuaskan)
        • IPK 3,71 – 4,00 (tanpa nilai C: dengan pujian)
      4. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Doktor (S3) adalah:
        • IPK 3,25 – 3,74 (sangat memuaskan)
        • IPK 3,75 – 4,00 (tanpa nilai C: dengan pujian)
      5. Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan juga oleh lama masa studi yaitu:
        • Diploma I (satu setengah tahun)
        • Diploma II (dua setengah tahun)
        • Diploma III (tiga setengah tahun)
        • Program Sarjana (lima tahun)
        • Program Magister (dua setengah tahun)
        • Program Doktor (empat tahun)

 

H. Penundaan Kegiatan Akademik dan Perpindahan Mahasiswa

  1. Penundaan Kegiatan Akademik (PKA)
    • Alasan Penundaan
      Dengan alasan kesehatan (berdasarkan surat keterangan dokter) atau alasan lain sesuai dengan rekomendasi rektor. Mahasiswa dapat menunda kegiatan akademik untuk sementara dengan ketentuan bahwa masa penundaan kegiatan akademik (PKA) dihitung sebagai masa studi. Pada masa PKA mahasiswa bebas dari pembayaran SPP.
    • Syarat Penundaan
      Mahasiswa yang diperbolehkan mengambil PKA adalah yang sudah mengumpulkan sekurang-kurangnya 50% dari beban kredit yang seharusnya diperoleh pada semester yang telah ditempuh sesuai dengan program pendidikan yang ditempuh dan telah terdaftar sebagai mahasiswa sekurang-kurangnya selama dua semester. Mahasiswa yang belum memperoleh sekurang-kurangnya 50% dari beban kredit yang seharusnya diperoleh dan mengajukan penundaan kegiatan akademik secara tidak resmi dinyatakan mengundurkan diri, kecuali:

      1. Sakit yang memerlukan waktu perawatan, dibuktikan dengan surat keterangan dokter dengan penjelasan terperinci;
      2. Menjalankan tugas negara yang dibebankan kepadanya dengan melampirkan surat tugas dari negara (tidak melebihi 2 tahun);
      3. PKA harus seizin Rektor dengan memperhatikan pertimbangan Dekan/Ketua Program.
    • Lama PKA maksimum 2 tahun dan tidak boleh diambil lebih dari 2 semester berturut-turut.
  2. Perpindahan Mahasiswa
    • Dari Universitas Sriwijaya ke Perguruan Tinggi lain:
      Setiap mahasiswa yang terdaftar pada semester yang sedang berjalan dan sedikitnya telah mengikuti kegiatan akademik selama 2 semester dapat mengajukan permohonan pindah ke perguruan tinggi lain. Bagi mahasiswa yang disetujui pindah oleh Rektor tidak dapat diterima lagi di Universitas Sriwijaya.
    • Dalam Universitas Sriwijaya
      Mahasiswa dapat pindah dari satu program studi ke program studi lain di lingkungan Universitas, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

      1. Pindah program harus pada program yang sejenis;
      2. Telah mengikuti kegiatan akademik sekurang-kurangnya dua semester dan minimum telah mengumpulkan 26 sks;
      3. Mencapai IPK >= 2,25;
      4. Disetujui pimpinan Fakultas/Jurusan/Program Studi yang bersangkutan.
    • Dari Perguruan Tinggi lain ke Universitas Sriwijaya hanya menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi negeri yang memiliki program studi sama, dengan ketentuan:
      1. Alasan kepindahan karena ikut orang tua dengan bukti;
      2. Tidak dikeluarkan dari perguruan tinggi asal karena sebab-sebab tertentu, dengan rekomendasi Rektor bersangkutan;
      3. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama dua semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 26 sks dengan IPK >= 2,25;
      4. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 4 semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 52 sks dengan IPK >= 2,25;
      5. bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 6 semester diperguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 78 sks dengan IPK >= 2,25;
      6. Bagimahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 8 semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 104 sks, kecuali Fakultas Kedokteran 91 sks dengan IPK >= 2,25;
      7. Dalam jurusan/program studi yang sesuai/sama.
    • Cara Mengajukan Permohonan
      Mahasiswa yang ingin pindah ke Universitas Sriwijaya harus mengajukan permohonan kepada Rektor dengan (memenuhi ketentuan-ketentuan pada butir c).
    • Ketentuan Bagi Mahasiswa Pindahan
      1. Mahasiswa pindahan dikenakan ketentuan-ketentuan kurikulum dan jangka waktu studi yang berlaku di Unsri.
      2. Jangka waktu studi bagi mahasiswa pindahan sesuai dengan batas waktu program studi yang ditempuhnya di universitas terhitung saat mulai terdaftar pada perguruan tinggi asal.
      3. Universitas hanya dapat menerima mahasiswa pindahan pada awal tahun akademik (masa pendaftaran semester ganjil).

        A. Pengertian Dasar

        1. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan sks untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
        2. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
        3. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
        4. Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditunjuk untuk memberikan bimbingan akademik kepada sejumlah mahasiswa dengan peran sebagai berikut:
          • membantu mahasiswa bimbingannya dalam mengenal minat, bakat dan kemampuan akademiknya;
          • membantu mahasiswa bimbingannya merencanakan studinya dalam menentukan pilihan dan penetapan mata kuliah yang akan diikutinya setiap semester;
          • memberikan motivasi kepada mahasiswa bimbingannya agar mempunyai ketabahan/kemampuan dalam menghadapi kendala akademiknya sehingga dapat menemukan sendiri pemecahan masalahnya;
          • membantu mahasiswa bimbingannya yang mempunyai masalah personal dan sosial agar mahasiswa yang bersangkutan dapat memecahkan sendiri permasalahannya.

        Fungsi Pembimbing Akademik (PA):

        • Memonitor perkembangan mahasiswa bimbingannya dengan jalan mengevaluasi hasil belajarnya setiap semester;
        • Memberikan bimbingan secara intensif kepada mahasiswa bimbingannya yang pencapaian hasil studi semesternya relatif rendah dan/atau menurun, sehingga mahasiswa yang bersangkutan menemukan jalan yang terbaik untuk pemecahannya;
        • Mengidentifikasi kendala akademik, personal, dan sosial mahasiswa bimbingannya yang diperkirakan mempengaruhi penurunan dan/atau rendahnya hasil studinya;
        • Membantu mahasiswa bimbingannya merencanakan studi sesuai dengan hasil studi semester sebelumnya.

         

        Kewajiban PA:

        • Membimbing sebanyak-banyaknya 15 orang mahasiswa;
        • Mencari informasi dari Ketua Jurusan/Program Studi tentang nama-nama mahasiswa bimbingannya; Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru mahasiswa bimbingannya; keadaan terakhir fakultasnya dan/atau Universitas.
        • Menentukan jadwal bimbingan;
        • Mempelajari masalah akademik, personal, dan sosial mahasiswa bimbingannya;
        • Membicarakan hasil studi mahasiswa bimbingannya pada semester sebelumnya;
        • Membicarakan rencana studi mahasiswa bimbingannya pada semester berikutnya;
        • Menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) mahasiswa bimbingannya;
        • Memberikan pertimbangan kepada Ketua Jurusan/Program Studi bagi mahasiswa bimbingannya yang mengajukan permohonan penundaan kegiatan akademik (PKS);
        • Menyimpan arsip KRS dan KPRS mahasiswa bimbingannya yang telah ditandatangani oleh Kepala Sub Bagian Akademik/Pembantu Dekan I/Ketua Jurusan/Ketua Program Studi;
        • Memonitor perkembangan studi mahasiswa bimbingannya dengan cara menjadwalkan pertemuan dengan mahasiswa bimbingannya sekurang-kurangnya 5 kali setiap semester;
        • Mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa bimbingannya menjelang ujian tengah semester, akhir semester, dan akhir program;
        • Mengadakan konsultasi dengan dosen lain yang mengasuh mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya;
        • Melaporkan perkembangan studi mahasiswa bimbingannya kepada Ketua Program Studi/Ketua Jurusan;
        • Memonitor kembali hasil ujian semester yang baru diikuti oleh mahasiswa bimbingannya.

         

        B. Pengertian Satu Kredit Semester

        1. Perkuliahan:
          Bagi mahasiswa, satu kredit semester perkuliahan adalah beban kegiatan per minggu sebagai berikut:

          • 50 menit tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar;
          • 60 menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan yang tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal;
          • 60 menit kegiatan akademik mandiri yaitu kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri, untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya membaca bahan acuan.

          Bagi tenaga pengajar, satu kredit semester perkuliahan adalah beban kegiatan per minggu sebagai berikut:

          • 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
          • 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur;
          • 60 menit pengembangan materi kuliah.
        2. Seminar dan Kapita Selekta:
          Untuk seminar dan kapita selekta, di mana mahasiswa diwajibkan memberikan penyajian pada suatu forum, pengertian satu kredit semester sama seperti pada perkuliahan, yaitu mengandung acara 50 menit tatap muka per minggu.
        3. Praktikum Laboratorium:
          Nilai satu kredit semester untuk praktikum atau kerja di laboratorium adalah beban tugas praktikum adalah beban tugas praktikum atau kerja di laboratorium sebanyak 2 atau 3 jam per minggu selama satu semester.
        4. Kerja Lapangan dan sejenisnya:
          Nilai satu kredit semester untuk kerja lapangan dan sejenisnya adalah beban tugas di lapangan sebanyak 4 sampai 5 jam per minggu selama satu semester.
        5. Penelitian, Penyusunan Skripsi, Tesis dan sejenisnya:
          Nilai satu semester adalah beban tugas penelitian sebanyak 3 sampai 4 jam selama satu bulan, di mana satu bulandianggap setara dengan 25 hari kerja.

         

        C. Kemampuan Mengambil Beban Studi

        1. Ukuran kemampuan:
          Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Secara normal seorang mahasiswa bekerja siang hari 6-8 jam dan malam hari 2 jam selama 6 hari berturut-turut, sehingga mahasiswa akan mampu belajar 8-10 jam sehari atau 48-60 jam seminggu.
        2. Penentuan besar beban:
          Nilai satu kredit semester setara dengan 3 jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16-10 kredit semester. Dalam penentuan beban studi satu semester, perlu juga diperhatikan kemampuan individual.

         

        D. Beban Studi

        1. Beban studi mahasiswa Program Diploma (S0), meliputi:
          • Program Diploma I, antara 40-50 sks, dijadwalkan untuk 2-4 semester
          • Program Diploma II, antara 80-90 sks, dijadwalkan untuk 4-6 semester
          • Program Diploma III, antara 110-120 sks, dijadwalkan untuk 6-10 semester
          • Program Diploma IV, antara 144-160 sks, dijadwalkan 8-14 semester
        2. Beban studi mahasiswa Program Sarjana (S1), antara 144-160 sks dijadwalkan untuk 8 semester (dapat kurang dari 8 semester) dan maksimal 14 semester;
        3. Beban studi Program Magister (S2) antara 36-50 sks, dijadwalkan 4 semester (dapat kurang dari 4 semester) dan maksimal 10 semester;
        4. Beban studi Program Doktor (S3):
          • Bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) sebidang, sekurang-kurangnya 40 sks, dijadwalkan untuk 5-10 semester;
          • Bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) tidak sebidang, sekurang-kurangnya 52 sks, dijadwalkan untuk 5-11 semester.

         

        E. Pengambilan Beban Studi:

        1. Beban studi yang harus diambil oleh mahasiswa baru pada semester pertama sebanyak 18 sampai 20 sks. Untuk semester berikutnya beban studi maksimum yang dapat diambil ditentukan oleh indeks prestasi semester terakhir.
        2. Besarnya beban studi yang dapat diambil untuk semester berikutnya ditentukan oleh indeks prestasi semester sebelumnya sebagai berikut:
          • IP >= 3,00 maksimal sebanyak 24 sks
          • IP 2,50 – 2,99 maksimal sebanyak 21 sks
          • IP 2,00 – 2,49 maksimal sebanyak 18 sks
          • IP 1,50 – 1,99 maksimal sebanyak 15 sks
          • IP < 1,50 maksimal sebanyak 12 sks
        3. Penilaian hasil belajar:
          • Terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara seksama dan berkala, yang dapat berbentuk ujian pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi;
          • Nilai hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E yang masing-masing bernilai dengan nilai mutu:
            A=4, B=3, C=2, D=1, dan E=0.

         

        F. Putus Studi

        1. Mahasiswa Program S0 dinyatakan putus studi apabila:
          • Pada akhir tahun pertama mahasiswa tidak dapat mengumpulkan kredit sebesar 26 sks atau;
          • Pada akhir tahun pertama mengumpulkan sebanyak >= 26 sks tetapi dengan IPK < 2,00
        2. Mahasiswa Program S1 dinyatakan putus studi apabila:
          • Pada akhir tahun kedua tidak dapat mengumpulkan kredit sebanyak 52 sks atau;
          • Pada akhir tahun kedua mengumpulkan kredit sebanyak >= 52 sks tetapi dengan IPK < 2,00
        3. Batas Waktu Studi
          Mahasiswa program S0 dan S1 dinyatakan putus studi apabila pada masa akhir studi maksimal yang boleh ditempuhnya untuk S1: 14 semester, S0: 10 semester, tidak dapat mengumpulkan kredit sesuai dengan yang disyaratkan atau telah mengumpulkan kredit sesuai dengan yang disyaratkan tetapi mempunyai IPK < 2,00 atau IPK > 2,00 tetapi mempunyai nilai E
        4. Program Magister (S2)
          Mahasiswa program Magister (S2) dinyatakan putus studi apabila:

          • Pada tahun Pertama tidak dapat mengumpulkan kredit sebanyak 15 sks atau telah mengumpulkan >= 15 sks tetapi mempunyai IPK < 2,75;
          • Pada tahun Kedua tidak dapat mengumpulkan kredit sebesar 30 sks atau telah mengumpulkan kredit >= 30 sks tetapi mempunyai IPK < 2,75;
          • Setelah menempuh sepuluh semester tidak dapat menunjukkan kemampuan untuk menyelesaikan tugas akhir/Tesis.
        5. Program Doktor (S3)
          Mahasiswa program Doktor (S3) dinyatakan putus studi apabila:

          • Telah mendapat 3 kali peringatan, dan setiap peringatan dikeluarkan secara tertulis oleh Direktur Program Pascasarjana karena pada semester yang ditempuhnya mendapat IPK < 3,25;
          • Tidak lulus ujian kualifikasi Kandidat Doktor setelah menempuh maksimal 3 kali kualifikasi;
          • Pada akhir masa studi maksimal yang boleh ditempuhnya tidak dapat memenuhi persyaratan jumlah sks dan/atau IPK < 3,25.

         

        G. Kegiatan Akademik

        1. Penyelenggaraan Pendidikan:
          • Kegiatan pendidikan:
            Pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan ceramah, diskusi, seminar, simposium, diskusi panel, lokakarya, penelitian, praktik lapangan, praktik laboratorium, atau kegiatan lainnya.
          • Syarat:
            Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

            • terdaftar sebagai mahasiswa;
            • mengisi dan menyerahkan KRS untuk semester yang ditempuh;
            • memiliki kartu kuliah untuk tiap mata kuliah yang akan diikutinya.
          • Frekuensi kegiatan kuliah:
            • Bila perkuliahan belum mencapai 12 kali (80%) tatap muka, dosen bersangkutan harus melengkapinya sebelum ujian akhir semester (dilaksanakan di luar jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan).
            • Kegiatan akademik pada suatu tahun akademik diselenggarakan dalam 2 semester yaitu semester ganjil dan semester genap. Semester ganjil dimulai bulan September-Januari tahun berikutnya, semester genap dimulai Februari-Juni. Jumlah perkuliahan satu semester adalah 19 minggu dengan rincian sebagai berikut:
              • masa pengenalan studi/bimbingan studi 1 minggu;
              • masa kuliah 15 minggu;
              • masa evaluasi tengah semester 1 minggu;
              • masa evaluasi akhir semester 2 minggu.
          • Perubahan Mata Kuliah:
            Setelah perkuliahan berlangsung paling lama 3 minggu, mahasiswa diperkenankan mengubah mata kuliah yang diambilnya semula. Prosedur perubahan ini dilakukan melalui pengisian KPRS dan harus diketahui oleh PA mahasiwa bersangkutan serta Ketua Program Studi/Jurusan. Dalam KPRS harus tercantum semua mata kuliah yang diambil pada semester itu.
        2. Kegiatan Akhir Program
          Bentuk kegiatan akhir program dapat berupa program pengalaman lapangan (PPL), penelitian untuk penyusunan penulisan skripsi, tesis atau disertasi.
          Pelaksanaan kegiatan atau penulisan skripsi atau tesis oleh mahasiswa dibimbing oleh 2-3 orang dosen pembimbing yang terdiri atas pembimbing utama dan pembimbing pembantu.
          Persyaratan untuk menjadi dosen pembimbing adalah:

          • Serendah-rendahnya berpendidikan sarjana lengkap (S1);
          • Menduduki jabatan fungsional sesuai dengan yang diatur dalam SK Menko. Wasbang. Pan No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999;
          • Apabila persyaratan pada butir b tidak terpenuhi, universitas dapat menetapkan kebijaksanaan lain.
        3. Penilaian Keberhasilan Studi
          • Penilaian Keberhasilan Belajar:
            Penilaian keberhasilan belajar dilakukan dengan cara mendapatkan informasi mengenai jumlah mahasiswa yang telah mencapai tujuan-tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum, melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas, dan sejenisnya. Untuk memperoleh informasi atau data yang mendekati ketepatan perlu diselenggarakan ujian lebih dari satu kali yaitu berupa beberapa kuis, satu kali ujian tengah semester, dan satu kali ujian semester.
          • Cara Ujian:
            Dapat berbentuk ujian tulis, ujian lisan, seminar, atau penulisan karangan. Cara ujian yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum, jenis mata kuliah, dan kondisi tenaga pengajar.
          • Sistem Penilaian:
            Keberhasilan belajar mahasiswa dikelompokkan ke dalam sangat baik, baik, cukup, kurang, dan jelek yang dinyatakan dengan nilai masing-masing A, B, C, D, dan E. Selain itu digunakan pula huruf K dan T. Nilai K berarti nilai kurang/belum lengkap karena mahasiswa bersangkutan mengundurkan diri secara sah. Nilai T berarti tidak lengkap karena belum semua tugas mahasiswa diselesaikan tepat pada waktunya. Atas izin dosen yang bersangkutan, tugas tersebut harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu tertentu. Apabila mahasiswa tidak dapat menyelesaikan tugas itu tepat pada waktunya maka nilai T diubah menjadi nilai E (gagal).
          • Pelaksanaan Ujian:
            1. Semua kegiatan ujian (kuis, ujian tengan semester, ujian akhir semester) diselenggarakan oleh dosen pengasuh mata kuliah.
            2. Jadwal kuis dan ujian tengah semester disesuaikan dengan jadwal perkuliahan biasa.
            3. Jadwal ujian akhir semester ditetapkan oleh ketua program studi jurusan.
            4. Mahasiswa dapat mengikuti ujian semester bagi suatu mata kuliah apabila telah mengikuti sekurang-kurangnya 80% kegiatan tatap muka mata kuliah tersebut yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 12 kali tatap muka.
            5. Mahasiswa yang tidak hadir pada waktu ujian semester dinyatakan gagal, kecuali bagi yang dapat menunjukkan alasan yang sah. Dengan persetujuan rektor dapat diberikan ujian susulan semester yang dilaksanakan oleh dosen pengasuh mata kuliah bersangkutan.
          • Pelaksanaan Penilaian:
            1. Pendekatan:
              Pendekatan yang dipergunakan dapat berupa:

              • Penilaian Acuan Norma (PAN);
              • Penilaian Acuan Patokan (PAP);
              • Gabungan PAN dan PAP.
            2. Pembobotan:
              Nilai akhir suatu mata kuliah harus mencakup nilai praktikum. Misalnya suatu mata kuliah dengan bobot 3 sks (2 sks tatap muka dan 1 sks praktikum), maka nilai akhir mata kuliah tersebut terdiri dari 2/3 berasal dari nilai tatap muka, dan 1/3 nilai praktikum. Nilai akhir tatap muka (kuliah) merupakan gabungan dari 3 macam komponen:

              • Nilai tugas dan kuis dengan bobot 25%;
              • Nilai ujian tengah semester dengan bobot 30%;
              • Nilai ujian akhir semester dengan bobot 45%.
            3. Lambang Nilai Akhir:
              Hasil akhir penilaian diberikan lambang dengan huruf A, B, C, D dan E dan masing-masing huruf mempunyai makna dan bobot prestasi sebagai berikut:

              Nilai Prestasi
              Bobot
              Makna Relatif
              A 4 Sangat baik
              B 3 Baik
              C 2 Cukup
              D 1 Kurang
              E 0 Jelek/Gagal
              K Kurang lengkap
              T Tidak lengkap
            4. Konversi Nilai Lama:
              Perubahan nilai mutlak sistem 0-100 ke dalam sistem relatif dilakukan sebagai berikut:

              Nilai Mutlak Nilai Relatif
              86 – 100 A
              71 – 85 B
              56 – 70 C
              41 – 55 D
              <= 40 E
        4. Keberhasilan Studi
          • Indeks Prestasi:
            1. Keberhasilan belajar dinyatakan dengan indeks prestasi (IP) yang dihitung sebagai berikut:

              IP = Sum (K x N) / Sum (K)

              K = beban studi (sks) mata kuliah yang diambil
              N = bobot prestasi masing-masing mata kuliah.

            2. Indeks prestasi semester (IPS) adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan beban studi yang diambil dalam suatu semester.
            3. Indeks prestasi kumulatif (IPK) adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan beban studi yang diambil mulai semester I.
          • Tahap-tahap Evaluasi
            1. Evaluasi keberhasilan belajar Program S2 dan S3 dilaksanakan pada tiap akhir semester.
            2. Evaluasi keberhasilan belajar program S1 dilaksanakan sekurang-kurangnya pada tiap akhir semester, pada akhir tahun kedua, dan pada akhir program belajar.
            3. Evaluasi keberhasilan belajar program S0 dilakukan sekurang-kurangnya pada tiap akhir smeester, pada akhir tahun pertama, pada tiap akhir semester, pada akhir tahun pertama dan pada akhir program belajar.
            4. Tujuan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa:
              • menentukan beban belajar yang dapat diambil oleh mahasiswa di semester berikutnya;
              • menentukan putus studi;
              • menentukan akhir program belajar mahasiswa.
          • Perbaikan Nilai
            1. Mahasiswa yang ingin memperbaiki satu atau beberapa nilai harus menempuh kembali mata kuliah bersangkutan.
            2. Mata kuliah yang diperbaiki nilainya itu harus tercantum dalam KRS mahasiswa yang bersangkutan.
            3. Nilai yang diperbaiki dalam menentukan IP dan IPK adalah nilai tertinggi mata kuliah yang diperbaiki itu.
            4. Semua nilai hasil studi mahasiswa harus tercantum dalam transkrip nilai.
          • Semester Khusus
            1. Sejauh diperlukan dapat diselenggarakan kegiatan semester khusus di antara 2 (dua) semester reguler yang ekivalen dengan semester reguler sesuai dengan pengertian Satuan Kredit Semester (sks).
            2. Mata kuliah semester khusus harus tercantum dalam KRS semester khusus.
            3. Semua nilai hasil studi mahasiswa harus tercantum dalam transkrip nilai.
        5. Evaluasi Akhir Program
          • Ujian Akhir Program
            1. Ujian akhir program berbentuk ujian komprehensif atau pendadaran.
            2. Ujian akhir program diselenggarakan oleh suatu panitia yang diangkat dengan surat keputusan Dekan.
            3. Tim penguji berjumlah maksimum 5 orang dan minimum 3 orang,diketuai oleh Dekan/Ketua Jurusan/Pembimbing Utama/Ketua Program Studi. Anggota penguji terdiri pembimbing utama dan dosen penguji lainnya.
            4. Anggota penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan.
          • Materi Ujian Akhir Program
            1. Mahasiswa yang menyusun skripsi/tesis diuji secara komprehensif terutama hal-hal yang berhubungan dengan skripsi/tesis.
            2. Mahasiswa yang tidak menyusun tesis atau skripsi diuji secara komprehensif terhadap materi yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang ditetapkan oleh Program Studi masing-masing.
          • Ujian Ulangan
            Mahasiswa yang tidak lulus ujian akhir program pada kesempatan pertama diberi kesempatan mengulang sepanjang batas waktu belajar maksimum belum terlampaui.
          • Yudisium Akhir Program
            Mahasiswa yang telah mengumpulkan sekurang-kurangnya sejumlah kredit minimum yang dipersyaratkan untuk program belajar yang ditempuhnya dinyatakan telah menyelesaikan program belajar apabila memenuhi syarat:

            1. IPK >= 2,00 untuk S0 dan S1;
              IPK >=2,75 untuk S2; IPK >= 3,25 untuk S3
            2. Tidak ada nilai E untuk S0 dan S1, tidak ada nilai D untuk S2 dan S3;
            3. Untuk S0 dan S1 nilai D tidak melebihi 10% dan jumlah kredit yang ditetapkan oleh program studi yang diikuti;
            4. Lulus ujian pendadaran;
            5. Menyelesaikan dengan baik perbaikan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi.
          • Kriteria Yudisium
            1. Predikat kelulusan terdiri atas 3 tingkat yaitu memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik untuk program S0, S1, dan S2, predikat kelulusan terdiri atas 2 tingkat untuk program S3, yaitu sangat memuaskan dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik.
            2. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Diploma (S0) dan Program Sarjana (S1) adalah:
              • IPK 2,00 – 2,75 (memuaskan)
              • IPK 2,76 – 3,50 (sangat memuaskan)
              • IPK 3,51 – 4,00 (maksimum satu nilai C: dengan pujian)
            3. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Magister (S2), adalah:
              • IPK 2,75 – 3,40 (memuaskan)
              • IPK 3,41 – 3,70 (sangat memuaskan)
              • IPK 3,71 – 4,00 (tanpa nilai C: dengan pujian)
            4. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Doktor (S3) adalah:
              • IPK 3,25 – 3,74 (sangat memuaskan)
              • IPK 3,75 – 4,00 (tanpa nilai C: dengan pujian)
            5. Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan juga oleh lama masa studi yaitu:
              • Diploma I (satu setengah tahun)
              • Diploma II (dua setengah tahun)
              • Diploma III (tiga setengah tahun)
              • Program Sarjana (lima tahun)
              • Program Magister (dua setengah tahun)
              • Program Doktor (empat tahun)

         

        H. Penundaan Kegiatan Akademik dan Perpindahan Mahasiswa

        1. Penundaan Kegiatan Akademik (PKA)
          • Alasan Penundaan
            Dengan alasan kesehatan (berdasarkan surat keterangan dokter) atau alasan lain sesuai dengan rekomendasi rektor. Mahasiswa dapat menunda kegiatan akademik untuk sementara dengan ketentuan bahwa masa penundaan kegiatan akademik (PKA) dihitung sebagai masa studi. Pada masa PKA mahasiswa bebas dari pembayaran SPP.
          • Syarat Penundaan
            Mahasiswa yang diperbolehkan mengambil PKA adalah yang sudah mengumpulkan sekurang-kurangnya 50% dari beban kredit yang seharusnya diperoleh pada semester yang telah ditempuh sesuai dengan program pendidikan yang ditempuh dan telah terdaftar sebagai mahasiswa sekurang-kurangnya selama dua semester. Mahasiswa yang belum memperoleh sekurang-kurangnya 50% dari beban kredit yang seharusnya diperoleh dan mengajukan penundaan kegiatan akademik secara tidak resmi dinyatakan mengundurkan diri, kecuali:

            1. Sakit yang memerlukan waktu perawatan, dibuktikan dengan surat keterangan dokter dengan penjelasan terperinci;
            2. Menjalankan tugas negara yang dibebankan kepadanya dengan melampirkan surat tugas dari negara (tidak melebihi 2 tahun);
            3. PKA harus seizin Rektor dengan memperhatikan pertimbangan Dekan/Ketua Program.
          • Lama PKA maksimum 2 tahun dan tidak boleh diambil lebih dari 2 semester berturut-turut.
        2. Perpindahan Mahasiswa
          • Dari Universitas Sriwijaya ke Perguruan Tinggi lain:
            Setiap mahasiswa yang terdaftar pada semester yang sedang berjalan dan sedikitnya telah mengikuti kegiatan akademik selama 2 semester dapat mengajukan permohonan pindah ke perguruan tinggi lain. Bagi mahasiswa yang disetujui pindah oleh Rektor tidak dapat diterima lagi di Universitas Sriwijaya.
          • Dalam Universitas Sriwijaya
            Mahasiswa dapat pindah dari satu program studi ke program studi lain di lingkungan Universitas, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

            1. Pindah program harus pada program yang sejenis;
            2. Telah mengikuti kegiatan akademik sekurang-kurangnya dua semester dan minimum telah mengumpulkan 26 sks;
            3. Mencapai IPK >= 2,25;
            4. Disetujui pimpinan Fakultas/Jurusan/Program Studi yang bersangkutan.
          • Dari Perguruan Tinggi lain ke Universitas Sriwijaya hanya menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi negeri yang memiliki program studi sama, dengan ketentuan:
            1. Alasan kepindahan karena ikut orang tua dengan bukti;
            2. Tidak dikeluarkan dari perguruan tinggi asal karena sebab-sebab tertentu, dengan rekomendasi Rektor bersangkutan;
            3. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama dua semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 26 sks dengan IPK >= 2,25;
            4. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 4 semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 52 sks dengan IPK >= 2,25;
            5. bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 6 semester diperguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 78 sks dengan IPK >= 2,25;
            6. Bagimahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 8 semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 104 sks, kecuali Fakultas Kedokteran 91 sks dengan IPK >= 2,25;
            7. Dalam jurusan/program studi yang sesuai/sama.
          • Cara Mengajukan Permohonan
            Mahasiswa yang ingin pindah ke Universitas Sriwijaya harus mengajukan permohonan kepada Rektor dengan (memenuhi ketentuan-ketentuan pada butir c).
          • Ketentuan Bagi Mahasiswa Pindahan
            1. Mahasiswa pindahan dikenakan ketentuan-ketentuan kurikulum dan jangka waktu studi yang berlaku di Unsri.
            2. Jangka waktu studi bagi mahasiswa pindahan sesuai dengan batas waktu program studi yang ditempuhnya di universitas terhitung saat mulai terdaftar pada perguruan tinggi asal.
            3. Universitas hanya dapat menerima mahasiswa pindahan pada awal tahun akademik (masa pendaftaran semester ganjil).

              A. Pengertian Dasar

              1. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan sks untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program.
              2. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 sampai 19 minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 sampai 3 minggu kegiatan penilaian.
              3. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu sebanyak 1 jam perkuliahan atau 2 jam praktikum atau 4 jam kerja lapangan yang masing-masing diiringi oleh sekitar 1-2 jam kegiatan terstruktur dan sekitar 1-2 jam kegiatan mandiri.
              4. Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditunjuk untuk memberikan bimbingan akademik kepada sejumlah mahasiswa dengan peran sebagai berikut:
                • membantu mahasiswa bimbingannya dalam mengenal minat, bakat dan kemampuan akademiknya;
                • membantu mahasiswa bimbingannya merencanakan studinya dalam menentukan pilihan dan penetapan mata kuliah yang akan diikutinya setiap semester;
                • memberikan motivasi kepada mahasiswa bimbingannya agar mempunyai ketabahan/kemampuan dalam menghadapi kendala akademiknya sehingga dapat menemukan sendiri pemecahan masalahnya;
                • membantu mahasiswa bimbingannya yang mempunyai masalah personal dan sosial agar mahasiswa yang bersangkutan dapat memecahkan sendiri permasalahannya.

              Fungsi Pembimbing Akademik (PA):

              • Memonitor perkembangan mahasiswa bimbingannya dengan jalan mengevaluasi hasil belajarnya setiap semester;
              • Memberikan bimbingan secara intensif kepada mahasiswa bimbingannya yang pencapaian hasil studi semesternya relatif rendah dan/atau menurun, sehingga mahasiswa yang bersangkutan menemukan jalan yang terbaik untuk pemecahannya;
              • Mengidentifikasi kendala akademik, personal, dan sosial mahasiswa bimbingannya yang diperkirakan mempengaruhi penurunan dan/atau rendahnya hasil studinya;
              • Membantu mahasiswa bimbingannya merencanakan studi sesuai dengan hasil studi semester sebelumnya.

               

              Kewajiban PA:

              • Membimbing sebanyak-banyaknya 15 orang mahasiswa;
              • Mencari informasi dari Ketua Jurusan/Program Studi tentang nama-nama mahasiswa bimbingannya; Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru mahasiswa bimbingannya; keadaan terakhir fakultasnya dan/atau Universitas.
              • Menentukan jadwal bimbingan;
              • Mempelajari masalah akademik, personal, dan sosial mahasiswa bimbingannya;
              • Membicarakan hasil studi mahasiswa bimbingannya pada semester sebelumnya;
              • Membicarakan rencana studi mahasiswa bimbingannya pada semester berikutnya;
              • Menandatangani Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) mahasiswa bimbingannya;
              • Memberikan pertimbangan kepada Ketua Jurusan/Program Studi bagi mahasiswa bimbingannya yang mengajukan permohonan penundaan kegiatan akademik (PKS);
              • Menyimpan arsip KRS dan KPRS mahasiswa bimbingannya yang telah ditandatangani oleh Kepala Sub Bagian Akademik/Pembantu Dekan I/Ketua Jurusan/Ketua Program Studi;
              • Memonitor perkembangan studi mahasiswa bimbingannya dengan cara menjadwalkan pertemuan dengan mahasiswa bimbingannya sekurang-kurangnya 5 kali setiap semester;
              • Mengadakan pertemuan khusus dengan mahasiswa bimbingannya menjelang ujian tengah semester, akhir semester, dan akhir program;
              • Mengadakan konsultasi dengan dosen lain yang mengasuh mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya;
              • Melaporkan perkembangan studi mahasiswa bimbingannya kepada Ketua Program Studi/Ketua Jurusan;
              • Memonitor kembali hasil ujian semester yang baru diikuti oleh mahasiswa bimbingannya.

               

              B. Pengertian Satu Kredit Semester

              1. Perkuliahan:
                Bagi mahasiswa, satu kredit semester perkuliahan adalah beban kegiatan per minggu sebagai berikut:

                • 50 menit tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar;
                • 60 menit kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan yang tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh dosen, misalnya dalam bentuk membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal;
                • 60 menit kegiatan akademik mandiri yaitu kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri, untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya membaca bahan acuan.

                Bagi tenaga pengajar, satu kredit semester perkuliahan adalah beban kegiatan per minggu sebagai berikut:

                • 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa;
                • 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur;
                • 60 menit pengembangan materi kuliah.
              2. Seminar dan Kapita Selekta:
                Untuk seminar dan kapita selekta, di mana mahasiswa diwajibkan memberikan penyajian pada suatu forum, pengertian satu kredit semester sama seperti pada perkuliahan, yaitu mengandung acara 50 menit tatap muka per minggu.
              3. Praktikum Laboratorium:
                Nilai satu kredit semester untuk praktikum atau kerja di laboratorium adalah beban tugas praktikum adalah beban tugas praktikum atau kerja di laboratorium sebanyak 2 atau 3 jam per minggu selama satu semester.
              4. Kerja Lapangan dan sejenisnya:
                Nilai satu kredit semester untuk kerja lapangan dan sejenisnya adalah beban tugas di lapangan sebanyak 4 sampai 5 jam per minggu selama satu semester.
              5. Penelitian, Penyusunan Skripsi, Tesis dan sejenisnya:
                Nilai satu semester adalah beban tugas penelitian sebanyak 3 sampai 4 jam selama satu bulan, di mana satu bulandianggap setara dengan 25 hari kerja.

               

              C. Kemampuan Mengambil Beban Studi

              1. Ukuran kemampuan:
                Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Secara normal seorang mahasiswa bekerja siang hari 6-8 jam dan malam hari 2 jam selama 6 hari berturut-turut, sehingga mahasiswa akan mampu belajar 8-10 jam sehari atau 48-60 jam seminggu.
              2. Penentuan besar beban:
                Nilai satu kredit semester setara dengan 3 jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16-10 kredit semester. Dalam penentuan beban studi satu semester, perlu juga diperhatikan kemampuan individual.

               

              D. Beban Studi

              1. Beban studi mahasiswa Program Diploma (S0), meliputi:
                • Program Diploma I, antara 40-50 sks, dijadwalkan untuk 2-4 semester
                • Program Diploma II, antara 80-90 sks, dijadwalkan untuk 4-6 semester
                • Program Diploma III, antara 110-120 sks, dijadwalkan untuk 6-10 semester
                • Program Diploma IV, antara 144-160 sks, dijadwalkan 8-14 semester
              2. Beban studi mahasiswa Program Sarjana (S1), antara 144-160 sks dijadwalkan untuk 8 semester (dapat kurang dari 8 semester) dan maksimal 14 semester;
              3. Beban studi Program Magister (S2) antara 36-50 sks, dijadwalkan 4 semester (dapat kurang dari 4 semester) dan maksimal 10 semester;
              4. Beban studi Program Doktor (S3):
                • Bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) sebidang, sekurang-kurangnya 40 sks, dijadwalkan untuk 5-10 semester;
                • Bagi peserta yang berpendidikan Magister (S2) tidak sebidang, sekurang-kurangnya 52 sks, dijadwalkan untuk 5-11 semester.

               

              E. Pengambilan Beban Studi:

              1. Beban studi yang harus diambil oleh mahasiswa baru pada semester pertama sebanyak 18 sampai 20 sks. Untuk semester berikutnya beban studi maksimum yang dapat diambil ditentukan oleh indeks prestasi semester terakhir.
              2. Besarnya beban studi yang dapat diambil untuk semester berikutnya ditentukan oleh indeks prestasi semester sebelumnya sebagai berikut:
                • IP >= 3,00 maksimal sebanyak 24 sks
                • IP 2,50 – 2,99 maksimal sebanyak 21 sks
                • IP 2,00 – 2,49 maksimal sebanyak 18 sks
                • IP 1,50 – 1,99 maksimal sebanyak 15 sks
                • IP < 1,50 maksimal sebanyak 12 sks
              3. Penilaian hasil belajar:
                • Terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara seksama dan berkala, yang dapat berbentuk ujian pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen. Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi;
                • Nilai hasil belajar dinyatakan dengan huruf A, B, C, D, dan E yang masing-masing bernilai dengan nilai mutu:
                  A=4, B=3, C=2, D=1, dan E=0.

               

              F. Putus Studi

              1. Mahasiswa Program S0 dinyatakan putus studi apabila:
                • Pada akhir tahun pertama mahasiswa tidak dapat mengumpulkan kredit sebesar 26 sks atau;
                • Pada akhir tahun pertama mengumpulkan sebanyak >= 26 sks tetapi dengan IPK < 2,00
              2. Mahasiswa Program S1 dinyatakan putus studi apabila:
                • Pada akhir tahun kedua tidak dapat mengumpulkan kredit sebanyak 52 sks atau;
                • Pada akhir tahun kedua mengumpulkan kredit sebanyak >= 52 sks tetapi dengan IPK < 2,00
              3. Batas Waktu Studi
                Mahasiswa program S0 dan S1 dinyatakan putus studi apabila pada masa akhir studi maksimal yang boleh ditempuhnya untuk S1: 14 semester, S0: 10 semester, tidak dapat mengumpulkan kredit sesuai dengan yang disyaratkan atau telah mengumpulkan kredit sesuai dengan yang disyaratkan tetapi mempunyai IPK < 2,00 atau IPK > 2,00 tetapi mempunyai nilai E
              4. Program Magister (S2)
                Mahasiswa program Magister (S2) dinyatakan putus studi apabila:

                • Pada tahun Pertama tidak dapat mengumpulkan kredit sebanyak 15 sks atau telah mengumpulkan >= 15 sks tetapi mempunyai IPK < 2,75;
                • Pada tahun Kedua tidak dapat mengumpulkan kredit sebesar 30 sks atau telah mengumpulkan kredit >= 30 sks tetapi mempunyai IPK < 2,75;
                • Setelah menempuh sepuluh semester tidak dapat menunjukkan kemampuan untuk menyelesaikan tugas akhir/Tesis.
              5. Program Doktor (S3)
                Mahasiswa program Doktor (S3) dinyatakan putus studi apabila:

                • Telah mendapat 3 kali peringatan, dan setiap peringatan dikeluarkan secara tertulis oleh Direktur Program Pascasarjana karena pada semester yang ditempuhnya mendapat IPK < 3,25;
                • Tidak lulus ujian kualifikasi Kandidat Doktor setelah menempuh maksimal 3 kali kualifikasi;
                • Pada akhir masa studi maksimal yang boleh ditempuhnya tidak dapat memenuhi persyaratan jumlah sks dan/atau IPK < 3,25.

               

              G. Kegiatan Akademik

              1. Penyelenggaraan Pendidikan:
                • Kegiatan pendidikan:
                  Pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan ceramah, diskusi, seminar, simposium, diskusi panel, lokakarya, penelitian, praktik lapangan, praktik laboratorium, atau kegiatan lainnya.
                • Syarat:
                  Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan pendidikan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

                  • terdaftar sebagai mahasiswa;
                  • mengisi dan menyerahkan KRS untuk semester yang ditempuh;
                  • memiliki kartu kuliah untuk tiap mata kuliah yang akan diikutinya.
                • Frekuensi kegiatan kuliah:
                  • Bila perkuliahan belum mencapai 12 kali (80%) tatap muka, dosen bersangkutan harus melengkapinya sebelum ujian akhir semester (dilaksanakan di luar jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan).
                  • Kegiatan akademik pada suatu tahun akademik diselenggarakan dalam 2 semester yaitu semester ganjil dan semester genap. Semester ganjil dimulai bulan September-Januari tahun berikutnya, semester genap dimulai Februari-Juni. Jumlah perkuliahan satu semester adalah 19 minggu dengan rincian sebagai berikut:
                    • masa pengenalan studi/bimbingan studi 1 minggu;
                    • masa kuliah 15 minggu;
                    • masa evaluasi tengah semester 1 minggu;
                    • masa evaluasi akhir semester 2 minggu.
                • Perubahan Mata Kuliah:
                  Setelah perkuliahan berlangsung paling lama 3 minggu, mahasiswa diperkenankan mengubah mata kuliah yang diambilnya semula. Prosedur perubahan ini dilakukan melalui pengisian KPRS dan harus diketahui oleh PA mahasiwa bersangkutan serta Ketua Program Studi/Jurusan. Dalam KPRS harus tercantum semua mata kuliah yang diambil pada semester itu.
              2. Kegiatan Akhir Program
                Bentuk kegiatan akhir program dapat berupa program pengalaman lapangan (PPL), penelitian untuk penyusunan penulisan skripsi, tesis atau disertasi.
                Pelaksanaan kegiatan atau penulisan skripsi atau tesis oleh mahasiswa dibimbing oleh 2-3 orang dosen pembimbing yang terdiri atas pembimbing utama dan pembimbing pembantu.
                Persyaratan untuk menjadi dosen pembimbing adalah:

                • Serendah-rendahnya berpendidikan sarjana lengkap (S1);
                • Menduduki jabatan fungsional sesuai dengan yang diatur dalam SK Menko. Wasbang. Pan No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999;
                • Apabila persyaratan pada butir b tidak terpenuhi, universitas dapat menetapkan kebijaksanaan lain.
              3. Penilaian Keberhasilan Studi
                • Penilaian Keberhasilan Belajar:
                  Penilaian keberhasilan belajar dilakukan dengan cara mendapatkan informasi mengenai jumlah mahasiswa yang telah mencapai tujuan-tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum, melalui penyelenggaraan ujian, pemberian tugas, dan sejenisnya. Untuk memperoleh informasi atau data yang mendekati ketepatan perlu diselenggarakan ujian lebih dari satu kali yaitu berupa beberapa kuis, satu kali ujian tengah semester, dan satu kali ujian semester.
                • Cara Ujian:
                  Dapat berbentuk ujian tulis, ujian lisan, seminar, atau penulisan karangan. Cara ujian yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum, jenis mata kuliah, dan kondisi tenaga pengajar.
                • Sistem Penilaian:
                  Keberhasilan belajar mahasiswa dikelompokkan ke dalam sangat baik, baik, cukup, kurang, dan jelek yang dinyatakan dengan nilai masing-masing A, B, C, D, dan E. Selain itu digunakan pula huruf K dan T. Nilai K berarti nilai kurang/belum lengkap karena mahasiswa bersangkutan mengundurkan diri secara sah. Nilai T berarti tidak lengkap karena belum semua tugas mahasiswa diselesaikan tepat pada waktunya. Atas izin dosen yang bersangkutan, tugas tersebut harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam waktu tertentu. Apabila mahasiswa tidak dapat menyelesaikan tugas itu tepat pada waktunya maka nilai T diubah menjadi nilai E (gagal).
                • Pelaksanaan Ujian:
                  1. Semua kegiatan ujian (kuis, ujian tengan semester, ujian akhir semester) diselenggarakan oleh dosen pengasuh mata kuliah.
                  2. Jadwal kuis dan ujian tengah semester disesuaikan dengan jadwal perkuliahan biasa.
                  3. Jadwal ujian akhir semester ditetapkan oleh ketua program studi jurusan.
                  4. Mahasiswa dapat mengikuti ujian semester bagi suatu mata kuliah apabila telah mengikuti sekurang-kurangnya 80% kegiatan tatap muka mata kuliah tersebut yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 12 kali tatap muka.
                  5. Mahasiswa yang tidak hadir pada waktu ujian semester dinyatakan gagal, kecuali bagi yang dapat menunjukkan alasan yang sah. Dengan persetujuan rektor dapat diberikan ujian susulan semester yang dilaksanakan oleh dosen pengasuh mata kuliah bersangkutan.
                • Pelaksanaan Penilaian:
                  1. Pendekatan:
                    Pendekatan yang dipergunakan dapat berupa:

                    • Penilaian Acuan Norma (PAN);
                    • Penilaian Acuan Patokan (PAP);
                    • Gabungan PAN dan PAP.
                  2. Pembobotan:
                    Nilai akhir suatu mata kuliah harus mencakup nilai praktikum. Misalnya suatu mata kuliah dengan bobot 3 sks (2 sks tatap muka dan 1 sks praktikum), maka nilai akhir mata kuliah tersebut terdiri dari 2/3 berasal dari nilai tatap muka, dan 1/3 nilai praktikum. Nilai akhir tatap muka (kuliah) merupakan gabungan dari 3 macam komponen:

                    • Nilai tugas dan kuis dengan bobot 25%;
                    • Nilai ujian tengah semester dengan bobot 30%;
                    • Nilai ujian akhir semester dengan bobot 45%.
                  3. Lambang Nilai Akhir:
                    Hasil akhir penilaian diberikan lambang dengan huruf A, B, C, D dan E dan masing-masing huruf mempunyai makna dan bobot prestasi sebagai berikut:

                    Nilai Prestasi
                    Bobot
                    Makna Relatif
                    A 4 Sangat baik
                    B 3 Baik
                    C 2 Cukup
                    D 1 Kurang
                    E 0 Jelek/Gagal
                    K Kurang lengkap
                    T Tidak lengkap
                  4. Konversi Nilai Lama:
                    Perubahan nilai mutlak sistem 0-100 ke dalam sistem relatif dilakukan sebagai berikut:

                    Nilai Mutlak Nilai Relatif
                    86 – 100 A
                    71 – 85 B
                    56 – 70 C
                    41 – 55 D
                    <= 40 E
              4. Keberhasilan Studi
                • Indeks Prestasi:
                  1. Keberhasilan belajar dinyatakan dengan indeks prestasi (IP) yang dihitung sebagai berikut:

                    IP = Sum (K x N) / Sum (K)

                    K = beban studi (sks) mata kuliah yang diambil
                    N = bobot prestasi masing-masing mata kuliah.

                  2. Indeks prestasi semester (IPS) adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan beban studi yang diambil dalam suatu semester.
                  3. Indeks prestasi kumulatif (IPK) adalah indeks prestasi yang dihitung berdasarkan beban studi yang diambil mulai semester I.
                • Tahap-tahap Evaluasi
                  1. Evaluasi keberhasilan belajar Program S2 dan S3 dilaksanakan pada tiap akhir semester.
                  2. Evaluasi keberhasilan belajar program S1 dilaksanakan sekurang-kurangnya pada tiap akhir semester, pada akhir tahun kedua, dan pada akhir program belajar.
                  3. Evaluasi keberhasilan belajar program S0 dilakukan sekurang-kurangnya pada tiap akhir smeester, pada akhir tahun pertama, pada tiap akhir semester, pada akhir tahun pertama dan pada akhir program belajar.
                  4. Tujuan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa:
                    • menentukan beban belajar yang dapat diambil oleh mahasiswa di semester berikutnya;
                    • menentukan putus studi;
                    • menentukan akhir program belajar mahasiswa.
                • Perbaikan Nilai
                  1. Mahasiswa yang ingin memperbaiki satu atau beberapa nilai harus menempuh kembali mata kuliah bersangkutan.
                  2. Mata kuliah yang diperbaiki nilainya itu harus tercantum dalam KRS mahasiswa yang bersangkutan.
                  3. Nilai yang diperbaiki dalam menentukan IP dan IPK adalah nilai tertinggi mata kuliah yang diperbaiki itu.
                  4. Semua nilai hasil studi mahasiswa harus tercantum dalam transkrip nilai.
                • Semester Khusus
                  1. Sejauh diperlukan dapat diselenggarakan kegiatan semester khusus di antara 2 (dua) semester reguler yang ekivalen dengan semester reguler sesuai dengan pengertian Satuan Kredit Semester (sks).
                  2. Mata kuliah semester khusus harus tercantum dalam KRS semester khusus.
                  3. Semua nilai hasil studi mahasiswa harus tercantum dalam transkrip nilai.
              5. Evaluasi Akhir Program
                • Ujian Akhir Program
                  1. Ujian akhir program berbentuk ujian komprehensif atau pendadaran.
                  2. Ujian akhir program diselenggarakan oleh suatu panitia yang diangkat dengan surat keputusan Dekan.
                  3. Tim penguji berjumlah maksimum 5 orang dan minimum 3 orang,diketuai oleh Dekan/Ketua Jurusan/Pembimbing Utama/Ketua Program Studi. Anggota penguji terdiri pembimbing utama dan dosen penguji lainnya.
                  4. Anggota penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan.
                • Materi Ujian Akhir Program
                  1. Mahasiswa yang menyusun skripsi/tesis diuji secara komprehensif terutama hal-hal yang berhubungan dengan skripsi/tesis.
                  2. Mahasiswa yang tidak menyusun tesis atau skripsi diuji secara komprehensif terhadap materi yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang ditetapkan oleh Program Studi masing-masing.
                • Ujian Ulangan
                  Mahasiswa yang tidak lulus ujian akhir program pada kesempatan pertama diberi kesempatan mengulang sepanjang batas waktu belajar maksimum belum terlampaui.
                • Yudisium Akhir Program
                  Mahasiswa yang telah mengumpulkan sekurang-kurangnya sejumlah kredit minimum yang dipersyaratkan untuk program belajar yang ditempuhnya dinyatakan telah menyelesaikan program belajar apabila memenuhi syarat:

                  1. IPK >= 2,00 untuk S0 dan S1;
                    IPK >=2,75 untuk S2; IPK >= 3,25 untuk S3
                  2. Tidak ada nilai E untuk S0 dan S1, tidak ada nilai D untuk S2 dan S3;
                  3. Untuk S0 dan S1 nilai D tidak melebihi 10% dan jumlah kredit yang ditetapkan oleh program studi yang diikuti;
                  4. Lulus ujian pendadaran;
                  5. Menyelesaikan dengan baik perbaikan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi.
                • Kriteria Yudisium
                  1. Predikat kelulusan terdiri atas 3 tingkat yaitu memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik untuk program S0, S1, dan S2, predikat kelulusan terdiri atas 2 tingkat untuk program S3, yaitu sangat memuaskan dan dengan pujian yang dinyatakan pada transkrip akademik.
                  2. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Diploma (S0) dan Program Sarjana (S1) adalah:
                    • IPK 2,00 – 2,75 (memuaskan)
                    • IPK 2,76 – 3,50 (sangat memuaskan)
                    • IPK 3,51 – 4,00 (maksimum satu nilai C: dengan pujian)
                  3. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Magister (S2), adalah:
                    • IPK 2,75 – 3,40 (memuaskan)
                    • IPK 3,41 – 3,70 (sangat memuaskan)
                    • IPK 3,71 – 4,00 (tanpa nilai C: dengan pujian)
                  4. Indeks Prestasi Kumulatif dan predikat kelulusan Program Doktor (S3) adalah:
                    • IPK 3,25 – 3,74 (sangat memuaskan)
                    • IPK 3,75 – 4,00 (tanpa nilai C: dengan pujian)
                  5. Predikat kelulusan dengan pujian ditentukan juga oleh lama masa studi yaitu:
                    • Diploma I (satu setengah tahun)
                    • Diploma II (dua setengah tahun)
                    • Diploma III (tiga setengah tahun)
                    • Program Sarjana (lima tahun)
                    • Program Magister (dua setengah tahun)
                    • Program Doktor (empat tahun)

               

              H. Penundaan Kegiatan Akademik dan Perpindahan Mahasiswa

              1. Penundaan Kegiatan Akademik (PKA)
                • Alasan Penundaan
                  Dengan alasan kesehatan (berdasarkan surat keterangan dokter) atau alasan lain sesuai dengan rekomendasi rektor. Mahasiswa dapat menunda kegiatan akademik untuk sementara dengan ketentuan bahwa masa penundaan kegiatan akademik (PKA) dihitung sebagai masa studi. Pada masa PKA mahasiswa bebas dari pembayaran SPP.
                • Syarat Penundaan
                  Mahasiswa yang diperbolehkan mengambil PKA adalah yang sudah mengumpulkan sekurang-kurangnya 50% dari beban kredit yang seharusnya diperoleh pada semester yang telah ditempuh sesuai dengan program pendidikan yang ditempuh dan telah terdaftar sebagai mahasiswa sekurang-kurangnya selama dua semester. Mahasiswa yang belum memperoleh sekurang-kurangnya 50% dari beban kredit yang seharusnya diperoleh dan mengajukan penundaan kegiatan akademik secara tidak resmi dinyatakan mengundurkan diri, kecuali:

                  1. Sakit yang memerlukan waktu perawatan, dibuktikan dengan surat keterangan dokter dengan penjelasan terperinci;
                  2. Menjalankan tugas negara yang dibebankan kepadanya dengan melampirkan surat tugas dari negara (tidak melebihi 2 tahun);
                  3. PKA harus seizin Rektor dengan memperhatikan pertimbangan Dekan/Ketua Program.
                • Lama PKA maksimum 2 tahun dan tidak boleh diambil lebih dari 2 semester berturut-turut.
              2. Perpindahan Mahasiswa
                • Dari Universitas Sriwijaya ke Perguruan Tinggi lain:
                  Setiap mahasiswa yang terdaftar pada semester yang sedang berjalan dan sedikitnya telah mengikuti kegiatan akademik selama 2 semester dapat mengajukan permohonan pindah ke perguruan tinggi lain. Bagi mahasiswa yang disetujui pindah oleh Rektor tidak dapat diterima lagi di Universitas Sriwijaya.
                • Dalam Universitas Sriwijaya
                  Mahasiswa dapat pindah dari satu program studi ke program studi lain di lingkungan Universitas, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

                  1. Pindah program harus pada program yang sejenis;
                  2. Telah mengikuti kegiatan akademik sekurang-kurangnya dua semester dan minimum telah mengumpulkan 26 sks;
                  3. Mencapai IPK >= 2,25;
                  4. Disetujui pimpinan Fakultas/Jurusan/Program Studi yang bersangkutan.
                • Dari Perguruan Tinggi lain ke Universitas Sriwijaya hanya menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi negeri yang memiliki program studi sama, dengan ketentuan:
                  1. Alasan kepindahan karena ikut orang tua dengan bukti;
                  2. Tidak dikeluarkan dari perguruan tinggi asal karena sebab-sebab tertentu, dengan rekomendasi Rektor bersangkutan;
                  3. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama dua semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 26 sks dengan IPK >= 2,25;
                  4. Bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 4 semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 52 sks dengan IPK >= 2,25;
                  5. bagi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 6 semester diperguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 78 sks dengan IPK >= 2,25;
                  6. Bagimahasiswa yang telah mengikuti kegiatan akademik selama 8 semester di perguruan tinggi asal harus mengumpulkan sekurang-kurangnya 104 sks, kecuali Fakultas Kedokteran 91 sks dengan IPK >= 2,25;
                  7. Dalam jurusan/program studi yang sesuai/sama.
                • Cara Mengajukan Permohonan
                  Mahasiswa yang ingin pindah ke Universitas Sriwijaya harus mengajukan permohonan kepada Rektor dengan (memenuhi ketentuan-ketentuan pada butir c).
                • Ketentuan Bagi Mahasiswa Pindahan
                  1. Mahasiswa pindahan dikenakan ketentuan-ketentuan kurikulum dan jangka waktu studi yang berlaku di Unsri.
                  2. Jangka waktu studi bagi mahasiswa pindahan sesuai dengan batas waktu program studi yang ditempuhnya di universitas terhitung saat mulai terdaftar pada perguruan tinggi asal.
                  3. Universitas hanya dapat menerima mahasiswa pindahan pada awal tahun akademik (masa pendaftaran semester ganjil).

TAPAK SUCI

Oktober 2, 2011

Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.

Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :

  • Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
  • M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
  • Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara

Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.

Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus  mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada  A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.

K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.

Kauman, Seranoman dan Kasegu

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan “Kauman”, yang beraliranBanjaran.

Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.

M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman”.  Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan “Kasegu”

Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.

Lahirnya Tapak Suci

Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.

Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.

Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.

Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja’, lambang Regu Inti “Kosegu” diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.

Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci

I N T E R N E T

Oktober 2, 2011

Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Jika diterjemahkan secara langsung berarti jaringan yang saling terhubung. Internet adalah gabungan jaringan komputer di seluruh dunia yang membentuk suatu sistem jaringan informasi global.
Semua komputer yang terhubung ke internet dapat mengakses semua informasi yang terdapat di internet secara gratis. Internet dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari satu komputer ke komputer lain tanpa dibatasi oleh jarak fisik kedua komputer tersebut. Peranan internet yang sangat penting adalah sebagai sumber data dan informasi serta sebagai sarana pertukaran data dan informasi.

Sejarah Internet
Perkembangan internet diawali dengan dibangunnya jaringan ARPANet pada tahun 1969. ARPA (Advanced Research Project Agency) merupakan sebuah jaringan yang dikembangakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang tugasnya untuk melakukan penelitian terhadap jaringan komputer dengan teknologi packet switching. Jaringan tersebut semula hanya beranggotakan beberapa komputer di beberapa universitas di Amerika Serikat, seperti University of California-Los Angeles dan Stanford Research Institute. Di awal perkembangannya, jaringan tersebut hanya digunakan khusus untuk kalangan akademik dan militer. Istilah internet sendiri muncul sekitar tahun 1983 dengan ditemukannya protocol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Intenet Protocol) yang memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan jaringan itu dan mampu menyatukan beberapa sistem jaringan yang berbeda.

Aplikasi Internet
Aplikasi-aplikasi di intenet saat ini sangat banyak dan akan terus berkambang seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan kebutuhan yang beragam di berbagai bidang. Aplikasi internet yang sering digunakan antara lainWord Wide Web (www), E-mail, Mailing List (milis), Newsgroup, Internet Relay Chat, File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Gopher, VoIP (Voice over Internet Protocol) dan lain-lain.

Dampak Negatif Internet
Penggunaan internet saat ini sudah merasuk pada hampir semua aspek kehidupan. Internet sangat bermanfaat bagi semua kalangan karena memberikan informasi yang up to date setiap saat. Disamping internet mempunyai banyak manfaat, internet juga memiliki dampak negatif apabila tidak digunakan secara baik. Dampak negatif penggunaan internet seiring perkembangannya antara lain

  • Adanya ancaman virus
  • Carding atau pencurian nomor kartu kredit
  • Adanya aktivitas cracking
  • Pembajakan karya intelektual
  • Penyebaran situs-situs yang tidak sesuai dengan moral (pornografi)

Untuk menanggulangi dampak negatif penggunaan internet, maka perlu adanya pengawasan khusus dan aturan yang jelas tentang pemakaian internet terutama dikalangan pendidikan.

Pengertian Intranet
Intranet merupakan jaringan informasi intenal suatu perusahaan atau organisasi yang prinsip kerjanya sama dengan internet. Intranet dapat diartikan sebagai bentuk privat dari internet atau internet yang penggunaannya terbatas pada suatu organisasi/perusahaan. Akses intranet memerlukan identifikasi pengguna dan password sehingga hanya dapat diakses oleh anggota organisasi atau karyawan perusahaan tersebut. Intranet biasanya digunakan untuk membagi kalender/jadwal kegiatan, dokumen, dan sarana diskusi internal yang tertutup, sehingga tidak dapat diakses oleh pihak luar. Teknologi dan konsep internet seperti client-server dan protokol internet seperti HTTP dan FTP juga digunakan untuk membangun sebuah intranet.

Keuntungan penggunaan intranet bagi suatu organisasi atau perusahaan antara lain :

  • Produktifitas kerja
  • Efisiensi waktu
  • Komunikasi
  • Sistem publikasi web
  • Efektifitas biaya
  • Keseragaman informasi
  • Meningkatkan kerjasama

Intranet juga memiliki beberapa kelemahan antara lain

  • Informasi yang salah atau tidak sesuai sehingga mengurangi efektifitasnya
  • Interaksi di intranet yang mungkin tidak bertanggung jawab
  • Perlu pelatihan khusus untuk anggota dalam menggunakan intranet
  • Perlu tenaga ahli untuk membangun dan mengembangkan intranet di sebuah organisasi atau perusahaan
  • Bisa terjasi overload (data penuh) akibat pengiriman pesan antar pengguna yang tidak terkontril dengan baik.

KORUPSI :(

Oktober 2, 2011

Salah satu alasan mengapa Indonesia didirikan adalah untuk memajukan kesejahteraan umum sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD ’45. Betapa tidak, pada masa kolonial dulu, para sejarawan ekonomi mencatat bahwa pada tahun 1928, 12% pendapatan nasional Belanda diperoleh dari Indonesia dan 1 dari 5 penduduk Belanda sangat bergantung secara finansial dari perdagangan Indonesia. Sementara pada saat yang sama, rakyat Indonesia sebagai pemilik sah atas kekayaan negeri ini hanya bisa makan, yang dalam istilah Soekarno hanya “sebonggol sehari”.

Mengapa penjajahan bisa berlangsung sangat lama dan kemelaratan terlestarikan dengan begitu luar biasa? Seorang sejarawan mengatakan “penjajahan terjadi karena ada bangsa yang mau dijajah”. Rasionalitas kita mungkin akan berkata “tidak mungkin ada bangsa didunia ini yang mau dijajah”. Tentu pernyataan ini benar bahwa tidak ada bangsa yang mau terlantar, sengsara dan lestari dalam kemelaratan dan penderitaan.

Tetapi jangan lupa, di setiap bangsa, di setiap kelompok seringkali ada pengkhianat-pengkhianat yang mau berkerjasama dengan para penjajah untuk menyengserakan bangsa sendiri. Alasannya sederhana, “toh yang sengsara orang lain, sementara saya dan keluarga bisa hidup terhormat dan berkelimpahan”. Orang-orang seperti inilah yang pada dasarnya telah menjual bangsa sendiri untuk kepentingan dan kenikmatan pribadi. Orang-orang seperti inilah yang sesungguhnya telah membantu melestarikan penjajahan. Orang-orang seperti ini biasanya memiliki kuasa atau dibuat supaya berkuasa oleh para penjajah, sehingga para penjajah tidak perlu repot-repot berhadapan dengan rakyat jajahan karena sudah ada anak negeri yang menjalankan tugas tersebut.

Pada jaman penjajahan dulu, para penjajah datang dan bekerjasama dengan raja-raja, tuan-tuan tanah, dan orang-orang kaya serta para jawara di masyarakat. Mereka berkolaborasi dalam merampas tanah-tanah rakyat, memaksa rakyat bekerja untuk tanah-tanah mereka, dan merampas hasil-hasilnya untuk kesejahteraan mereka. Kerakusan dan sikap hanya mementingkan kenikmatan sendiri membuat anak negeri rela menyakiti bangsanya sendiri.

Apakah kondisi ini sudah berubah setelah kita mendeklarasikan kemerdekaan? Ternyata tidak. Profesor Veth seorang peneliti Indonesia di awal abad 20 pernah mengatakan Indonesia sejak awalnya selalu menjadi bangsa yang terjajah. Dalam tulisannya ia menyitir sebuah syair seperti di bawah ini:

“dipantainya tanah jawa rakyat berdesak-desakan datang selalu tuan-tuannya setiap masa mereka beruntun-runtun bagai runtunan awan tapi anak pribumi sendiri tak pernah kuasa”

Ya! Itulah yang terjadi sampai hari ini. Para penjajah boleh pergi secara fisik, tapi penjajahan tidak pernah pergi dari bumi pertiwi. Hari ini kita justru dijajah oleh bangsa sendiri. Mereka menentukan aturan, membuat keputusan yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak namun demi kepentingan penguasa, orang-orang kaya atau para “jawara”. Di jaman Orde Baru, Suharto memproduksi aturan yang sengaja ditujukan untuk membantu orang-orang kaya. Ada aturan tentang Mobil Nasional yang menguntungkan anaknya, ada aturan subsidi pajak impor gandum sebesar Rp2,1 Trilyun untuk pengusaha China penguasa Bogasari, dan masih banyak lagi.

Di era reformasi, kita juga menyaksikan pemerintah membuat aturan-aturan yang memudahkan para koruptor merampas uang negara melalui Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Begitu juga sampai hari ini, modus kolaborasi orang kaya dan pemerintah untuk membuat aturan yang berpihak pada orang-orang kaya masih saja dengan mudah terlaksana. Bank Century adalah salah satu contoh yang sangat nyata, meski pemerintah berusaha setengah mati untuk memanipulasi dan menutup-nutupi.

Saat orang-orang kaya, para “jawara” dan penguasa dengan mudah membuat aturan-aturan yang hanya menguntungkan mereka, rakyat malah terus didera oleh berbagai derita dan tragedi atas nama hukum. Rakyat miskin sangat mudah diadili sementara koruptor besar sangat disayangi. Uang negara untuk subsidi rakyat kecil terus dihabisi, tapi pengusaha besar yang lari keluar negeri membawa uang rakyat di Century malah disubsidi.

Korupsi pada hakikatnya adalah penjajahan terhadap bangsa sendiri. Karena korupsi yang merajalela dan dilindungi penguasa atas nama aturan yang mereka buat sendiri telah menyebabkan rakyat kehilangan kesempatan untuk menikmati kekayaan negeri ini. Rakyat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kesejahteraannya dan itu artinya negara telah kehilangan relevansinya karena salah satu alasan dari berdirinya negara ini adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, kesejahteraan seluruh rakyatnya.

Salah satu tujuan utama dari penjajahan adalah proses pemiskinan bangsa jajahan dan pengayaan bangsa penjajah dengan cara menjarah semua kekayaan yang ada di negeri jajahan, baik secara kasar dengan senjata, maupun secara “kooperatif” dengan membuat aturan-aturan yang merugikan rakyat. Korupsi sesungguhnya sangat identik dengan penjajahan, karena merupakan proses pemiskinan rakyat yang dilakukan melalui penjarahan terhadap kekayaan rakyat untuk memperkaya para koruptor. Oleh karena itu selama pemimpin kita, pengusaha-pengusaha kita dan para aparat kita bermental korup, maka penjajahan terhadap bangsa sendiri akan terus terjadi.

Inilah negeri di mana kita harus semakin meningkatkan energi dan keberanian untuk terus melakukan perlawanan, karena ketidakadilan, penindasan dan penjajahan sepertinya masih akan terus kita temukan. Kita harus selalu melakukan pembaruan tekad untuk lebih berkomitmen lagi dalam memperjuangkan kebebasan negeri dari korupsi, berkomitmen untuk mengusir penguasa dan pengusaha yang ingin menjarah dan menjajah negeri untuk kepentingan sendiri, agar kesejahteraan umum benar-benar bisa tercipta di negeri ini.

Tanggapan saya(santha ade triana)  sebagai pelajar : saya setuju dengan tanggapan diatas dimana “korupsi memang merugikan satu sama lain diantara nya rugi di dalam akhirat(dosa)  dan rugi di dalam dunia(hukuman) “

Penulis: Mukhamad Najib, Mahasiswa S3 Universitas Tokyo, diterbitkan di eramuslim.com

IKAN PRASEJARAH YANG MASIH HIDUP

Oktober 2, 2011

1. Coelacanth

Coelacanth adalah yang paling terkenal dari semua “fosil hidup” dan pantas menjadi dalam daftar ini, karena ini adalah contoh terbaik dari sebuah takson Lazarus, ini adalah binatang yang seharusnya lama punah dan tak terduga ditemukan masih hidup hingga sekarang. Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesimen hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, spesimen telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999. Ikan ini adalah predator besar, panjangnya 2 meter, mereka memakan ikan yang kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan di laut dalam perairan gelap.

2. Polypterus Senegalus

Ikan Africa ini sering disebut “belut dinosaurus”, karena penampilan mereka dan sirip punggung bergerigi. Mereka sebenarnya bukan belut, tetapi anggota keluarga Bichirs. Meskipun sering dijual sebagai hewan peliharaan eksotis “belut dinosaurus”, mereka dapat bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah.

3. Alligator Gar

Ini predator bersisik tebal yang ditemukan di AS selatan, utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara. Alligator Gar dapat tumbuh hingga 4 meter dan berat sampai 200 kg. Alligator Gar yang disebut demikian karena penampilan mereka mirip reptil buaya dan rahang yang panjang, memiliki 2 sisi gigi yang tajam. Alligator Gar adalah predator yang rakus dan telah dikenal berbahaya untuk manusia, meskipun belum dikonfirmasi kematian karena Alligator Gar telah dicatat sampai saat ini. Gar adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup saat ini.

4. Sawfish

Hewan ini adalah korban dari periode Cretaceous, dan dapat ditemukan baik di laut atau di sungai pada kedalaman 100 km dengan panjang 7 meter, ikan ini terlihat seperti ikan hiu dengan mulut yang menyerupai gergaji mesin, namun sawfish bukan termasuk di dalam spesies ikan hiu hanya mirip. Sawfish itu sebenarnya bukan ras hiu, melainkan termasuk ras ikan pari, dari bentuk bawah badannya yang berbentuk datar, tidak seperti hiu yang bagian bawahnya yang lebih ramping berbentuk streamline yang memudahkan hiu untuk berenang dengan cepat di air, dan sawfish mempunyai mulut kecil yang sejajar dengan tubuh bagian bawahnya yang menyatu dengan tubuhnya. Sawfish juga punya sirip depan yang sejajar dengan bagian bawahnya.

5. Arapaima

Sekilas ikan ini mirip dengan ikan arwana, Arapaima Amazon dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, bisa tumbuh sampai sampai 4,5 meter, tapi hingga saat ini, Arapaima besar seperti ini jarang ditemukan dan arapaimas paling dewasa rata-rata berukuran 2 meter. Arapaima memakan ikan kecil, krustasea dan apa pun hewan yang kecil bisa masuk ke dalam mulut mereka. Salah satu ciri menarik dari ikan ini adalah menghirup oksigen dari udara agar bertahan hidup. Arapaimas tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan sering diburu untuk diambil dagingnya, sayangnya Arapaima sangat langka saat ini.

6. Sturgeon

Sturgeon sudah dikenal sebagai salah satu sumber utama kaviar(telur ikan) karena penangkapan secara berlebihan, populasinya sedang terancam saat ini. Spesies sturgeon terbesar dapat tumbuh hingga 6 meter, yang sama besar dengan hiu putih, Sturgeon memakan binatang kecil dari dasar laut dan tidak menimbulkan bahaya bagi manusia, kecuali diprovokasi.

7. Frilled Shark

Ini predator laut dalam, salah satu hiu yang paling primitif hidup pada zaman sekarang, adalah peninggalan dari periode Cretaceous, hiu berjumbai dapat tumbuh hingga 2 meter (Ukuran Hiu perempuan lebih besar daripada hiu laki-laki) dan mereka tinggal di perairan dalam, di mana sebagian besar mereka makan cumi-cumi. Mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan Sebenarnya, hiu menghabiskan seluruh hidup mereka tanpa melihat manusia karena mereka tinggal di laut dalam. Hanya spesimen yang sudah mati biasanya terlihat di permukaan dan dicatat oleh nelayan atau ilmuwan.

8. Arwana

Osteoglossids(Arwana), ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Hari ini, mereka ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis. Arwana adalah ikan yang memakan binatang kecil dan cacing yang mereka bisa dapatkan, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap saat terbang, Arwana juga dapat melompat hingga 2 meter Ke udara . Di Cina, Arwana dikenal sebagai “ikan-naga” karena penampilan mereka, dan mereka dianggap pertanda nasib baik.

9. Lancetfish

Lancetfish dikenal sebagai ikan yang sudah ada pada zaman prasejarah, gigi yang tampak keluar dan tajam pada rahang dan sirip pada punggungnya. Panjang Lancetfish Sampai dua meter, predator ini ditemukan di semua samudra kecuali untuk daerah kutub, Lancetfish memakan ikan kecil dan cumi-cumi, dan Lancetfish juga memakan ikan-ikan besar.

10. Hagfish

Menurut catatan, hagfish telah ada selama lebih dari 300 juta tahun. Ditemukan di perairan yang relatif dalam, binatang ini kadang-kadang disebut lendir belut, tetapi mereka sebenarnya bukan belut, dan sebenarnya mereka bahkan tidak mirip ikan sama sekali. Menurut beberapa ilmuwan, mereka adalah hewan yang sangat aneh dalam semua hal, mereka memiliki tengkorak tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan mereka memiliki dua otak. Hampir buta, mereka makan di malam hari mereka memakan bangkai hewan besar (ikan, paus dll) yang jatuh ke dasar laut.

^_^FACEBOOK^_^

September 29, 2011

Facebook (atau facebook) adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc.[1] Pada Januari 2011[update], Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif.[5][6] Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes.[7] Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.

Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, diikuti oleh MySpace.[8] Entertainment Weekly menempatkannya di daftar “terbaik” akhir dasawarsa dengan komentar, “Bagaimana cara kita menguntit bekas kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan memainkan permainan Scrabulous sebelum Facebook diciptakan?”[9] Quantcast memperkirakan Facebook memiliki 135,1 juta pengunjung bulanan di AS pada Oktober 2010.[10] Menurut Social Media Today pada April 2010, diperkirakan bahwa 41,6% penduduk Amerika Serikat memiliki akun Facebook.

 

TERMOKIMIA

September 29, 2011

                   Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja. Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh kita dimana produksi dari energi-energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua tugas yang kita lakukan. Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit listrik. Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang menyebabkan mobil berjalan. Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk memasak. Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dimakan akan menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi.

Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan. Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan energi.

-) ENTALPI

Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja. Entalpi tidak bisa diukur, yang bisa dihitung adalah nilai perubahannya. Secara matematis, perubahan entalpi dapat dirumuskan sebagai berikut:

ΔH = ΔU + PΔV

di mana:

  • H = entalpi sistem (joule)
  • U = energi internal (joule)
  • P = tekanan dari sistem (Pa)
  • V = volume sistem (m3)

-)Persamaan Termokimia

C(s)  +   O2(g)       ——->       CO2(g)  393,52 kJ dibebaskan

N2(s)  +   2O2(g)   —->         2NO2(g)  66,54 kJ diserap

H2(s)  +   1/2O2(g)  —–>     H2O(l) 285,83 kJ dibebaskan

-)REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM

1.   REAKSI EKSOTERM

Adalah reaksi yang pada saat berlangsung disertai pelepasan panas atau kalor. Panas reaksi ditulis dengan tanda negatif.

Contoh :

N2 (g)   +  3H2 (g)    —–>   2NH3 (g)  – 26,78 Kkal

2.    REAKSI ENDOTERM

Adalah reaksi yang pada saat berlangsung membutuhkan panas. Panas reaksi ditulis de

ngan tanda positif

Contoh :

2NH3  ——> N2 (g)  +  3H2 (g)   + 26,78 Kkal

-)

1.   REAKSI EKSOTERM

Adalah reaksi yang pada saat berlangsung disertai pelepasan panas atau kalor. Panas reaksi ditulis dengan tanda negatif.

Contoh :

N2 (g)   +  3H2 (g)                   2NH3 (g)  – 26,78 Kkal

2.    REAKSI ENDOTERM

Adalah reaksi yang pada saat berlangsung membutuhkan panas. Panas reaksi ditulis de

ngan tanda positif

Contoh :

2NH3           N2 (g)  +  3H2 (g)   + 26,78 Kkal

-)

1.   REAKSI EKSOTERM

Adalah reaksi yang pada saat berlangsung disertai pelepasan panas atau kalor. Panas reaksi ditulis dengan tanda negatif.

Contoh :

N2 (g)   +  3H2 (g)                   2NH3 (g)  – 26,78 Kkal

2.    REAKSI ENDOTERM

Adalah reaksi yang pada saat berlangsung membutuhkan panas. Panas reaksi ditulis de

ngan tanda positif

Contoh :

2NH3           N2 (g)  +  3H2 (g)   + 26,78 Kkal

-)PERUBAHAN ENTALPI (ΔH)

PENGERTIAN

Perubahan entalpi adalah perubahan panas dari reaksi pada suhu dan tekanan yang tetap, yaitu selisih antara entalpi zat-zat hasil dikurangi entalpi zat-zat reaktan.

Rumus  :     ΔH = Hh –  Hr

ΔH : perubahan entalpi

Hh  : entalpi hasil reaksi

Hr  : entalpi zat reaktan.

1. PADA REAKSI EKSOTERM

P  +  Q              R  +    x Kkal

P dan Q = zat awal

R            = zat hasil reaksi

x            = besarnya panas reaksi

Menurut hukum kekekalan energi :

Isi panas (P + Q)  = Isi panas  R  +  x Kkal

H (P  +  Q)            = H ( R)  +  x Kkal

H (R) –  H (P + Q)  =  – x Kkal

ΔH =  – x Kkal 

2. PADA REAKSI ENDOTERM

R                P + Q – x Kkal

Berlaku :

H (P + Q) –  H (R) = x Kkal

ΔH  = x Kkal

Kesimpulan :

Besarnya perubahan entalpi (ΔH) sama dengan besarnya

panas reaksi, tetapi dengan tanda berlawanan.

Contoh soal :

Hitung entalpi perubahan CH4 (g) menjadi CO2 (g) dan H2O(g)

Pada temperatur 298 oK, bila diketahui pada temperatur

tersebut : ΔH. CH4 = -74,873 KJ mol-1 ; ΔH. O2 = 0,00 KJ mol-1

-)PERUBAHAN ENTALPI (ΔH)

Reaksi tertentu tersebut, antara lain :

1.Reaksi dalam larutan
2.Reaksi gas yang tidak mengalami perubahan koefisien antara sebelum dan sesudah reaksi.

Contoh :

Pada perubahan dari 12,425 gram karbon menjadi CO2

pada, suhu reaksi yang semula 30o C, terjadi kenaikan

suhu sebesar 0,484o C. Apabila panas jenis kalorimeter

200 Kkal / derajat. Berapa ΔH tiap

mol karbon yang dibakar ?

Jawab :

C  +  O2 ———>   CO2

HUKUM HESS

Bunyi HUKUM HESS :

“Kalor reaksi dari suatu reaksi tidak bergantung apakah

reaksi tersebut berlangsung satu tahap atau beberapa

tahap”

KEPENTINGAN :

Hukum Hess sangat penting dalam perhitungan kalor

reaksi yang tidak dapat ditentukan secara eksperimen.

Contoh reaksi :

1. Reaksi langsung

A——> B                                      ΔH1 = x Kkal

2. Secara tidak langsung

a) lewat C            A——>  C                ΔH2 = b Kkal

C——-> B                 ΔH3 = c Kkal

b) Lewat D dan E

A  D  ΔH4 = a Kkal

D  E  ΔH5 = d Kkal

E  B  ΔH6 = e Kkal

-) JENIS PERUBAHAN ENTALPI

1. Perubahan entalpi pembentukan   (ΔHf)‏

2. Perubahan entalpi penguraian   ( ∆Hd )‏

3. Perubahan entanpi pembakaran ( ∆Hc)‏

4. Perubahan entalpi netralisasi    ( ∆Hnet)‏

Senyawa yang dibentuk, diuraikan

dibakar dan reaksi asam basa harus 1 mol

1. Perubahan entalpi pembentukan   (ΔHf)‏

2. Perubahan entalpi penguraian   ( ∆Hd )‏

3. Perubahan entanpi pembakaran ( ∆Hc)‏

4. Perubahan entalpi netralisasi    ( ∆Hnet)‏

Senyawa yang dibentuk, diuraikan

dibakar dan reaksi asam basa harus 1 mol

Karena tidak terdapat cara untuk mengukur nilai absolut dari entalpi suatu zat, haruskah dilakukan pengukuran pada perubahan entalpi dari setiap reaksi yg terjadi?

Titik rujukan “permukaan air laut” untuk semua ungkapan entalpi disebut entalpi pembentukan standar (DH0).

Entalpi Pembentukan Standar (DH0) adalah perubahan kalor yang dihasilkan ketika 1 mol suatu senyawa dibentuk dari unsur-unsurnya pada tekanan 1 atm.

Entalpi pembentukan standar setiap unsur dalam bentuknya yang paling stabil adalah nol.-) Perubahan entalpi pembentukan   (ΔHf)

adalah perubahan entalpi pembentukan 1 mol senyawa dari unsurnya.

[ΔHf beberapa unsur telah ditabelkan.]

Misal  :        ΔHf     CH3OH (l)       =  – 200,6  kj /mol

∆Hf     Fe(OH)3  (s)    =  – 823 kj / mol

∆Hf     KMnO4 (s)       =  – 837,2 Kj/mol

∆Hf     CHCl3 (s)        =  – 103,14 kj/mol

 

Penulisan persamaannya sebagai berikut :

§C(s) +2H2(g)+1/2O2 ——–>CH3OH , ΔH=-200 kj

 

•Fe(s)+3/2 O2(g)+3/2 H2(g)———->Fe(OH)3(s)   ΔH=-823 kj

 

•K(s) + Mn(s) + 2O2(g)——-> KMnO4

∆H =  – 837,2 kj

 

§C(s) +1/2 H2(g) + 3/2Cl2(g) ,∆H =  – 103,14 Kj

 

 

 

안녕하세요 (GOOD MORNING)

September 27, 2011

Sedikit demi sedikit kau tampil dengan kilaumu
Merahkan langit dan punggung gunung itu
Sampaikan salam hangatmu pagi hari
Dan, aku tersenyum dibalik jendela kamarku
Memandangmu tak berkedip
Keindahan alami yang menakjubkan
Terimakasih telah menyapaku pagi ini
Kau selalu hadir tepat waktu
Torehkan warna terang dimulainya kehidupan
Kunikmati setiap sentuhan hangatmu dijiwa
Membuatku tersenyum lepas pada dunia
Selamat pagi Matahari

조금씩 당신의 스파클과 함께 수행
붉은 하늘과 다시 산
아침에 따뜻한 인사를 전달
그리고, 내 침실 창문 뒤에 미소
당신이 깜박 보라
놀라운 자연의 아름다움
당신이 아침 인사 감사합니다
당신은 시간을 거기에 언제나
삶의 시작은 밝은 색상을 제공
나는 당신의 영혼에 따뜻한의 모든 감각을 즐겁게
내가 세상을 미소 제작
안녕하세요 태양

Little by little you perform with your sparkle
Red sky and back mountain
Convey your warm greeting the morning
And, I smile behind my bedroom window
look at you blink
Amazing natural beauty
Thank you greeted me this morning
You’re always there on time
commencement of the life giving light color
I enjoyed every touch of warmth in your soul
Made me smile off the world
Good morning sun